Teknologi Informasi

Belajar Tebar Ilmu dari Syekh Romi

Romi. Bukan Romy Rafael. Bukan pula Romahurmuziy yang biasa disapa Romi. Romi yang satu ini buat saya, lebih istimewa. Makanya biasa kami tambahkan embel-embel di depan syekh. Syekh Romi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, syekh bermakna sebagai sebutan kepada orang Arab, atau seorang ulama besar. Dalam arti luas, syekh juga sebutan buat kepala suku. Nah, Romi yang satu ini adalah orang yang berilmu dan kepala suku kami di alumni angkatan pertama SMA Taruna Nusantara. Klop.

Anda mungkin sudah pernah mendengar namanya. Karena pada saat Jokowi naik tahta beberapa tahun lampau, lalu mencari kandidat menteri, nama ini sempat muncul dan dijagokan para netizen. Dia memang ahli komputer, IT dan dunia maya. Ilmu-ilmu kekinian. Dia lulusan S1, S2 dan S3 salah satu universitas terkemuka di Jepang. Dia juga menambah koleksi gelar S3-nya dari Universitas top di Malaysia. Dr iya, PhD juga iya.  Dr. Romi Satria Wahono, PhD., demikian nama lengkapnya. 

———-

Ketika lulus kuliah di Jepang, dia sudah ditawari pekerjaan menggiurkan dengan gaji amat memadai. Namun dia tolak. Idealismenya bergolak. “Saya mau pulang kampung dan berkarya di negeri sendiri,” mungkin begitu suara yang muncul di kepalanya. Idealis khas mahasiswa. Pria asal Semarang ini pun balik ke Indonesia. Dia melamar ke PT. Inti sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Namun justru diterima di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), sebagai peneliti. Dia jalani kehidupan sebagai pegawai negeri dengan gaji sekitar 1/100 tawaran gaji di Jepang. Trenyuh. Penghargaan buat peneliti di negeri ini masih sangat tidak memadai. Gaji seorang manajer peneliti di LIPI, hanya sekian persen di atas UMR. Gaji kepala peneliti bergelar PhD saat ini pun paling hebat selevel gaji supervisor di perbankan nasional. Tragis.

Tapi Romi memang hobi menebar ilmu. Sejak di Jepang, dia sudah membangun sebuah website khusus yang membagikan ilmu komputer secara gratis. Anda mungkin sudah mengenal websitenya, www.ilmukomputer.com. Website yang kemudian diburu banyak pencari ilmu dan diganjar berbagai penghargaan. Mulai level nasional sampai yang paling tinggi di tingkat Perserikatan Bangsa Bangsa. Situs tebar ilmu itu memang layak dapat penghargaan. Pengelolanya begitu fokus dan sungguh-sungguh dalam membagikan ilmu komputer. Total. Materi yang ditebarkan setara dengan bahan kuliah mahasiswa S1.

Romi juga mengajar di banyak kampus. Awalnya untuk menambah pundi-pundi penghasilannya yang minim sebagai pegawai negeri. Tapi kemudian berbalik menjadi sebuah aktualisasi diri, lahan menebar ilmu, setelah dia sukses membangun usaha sendiri, selepas mengundurkan diri dari LIPI. Padahal pada 2006, Romi dinobatkan sebagai peneliti terbaik LIPI. Pemerintah kehilangan salah satu pegawai topnya.

Sampai sekarang, mengajar adalah bentuk terbaiknya dalam merealisasikan motonya, “Hidup itu harus bermanfaat buat orang lain.” Bukan hanya dari kampus ke kampus melainkan juga di dunia maya. Selain melalui www.ilmukomputer.com, dia juga membuat blog www.romisatriawahono.net yang berisi ilmu lengkap tentang IT.

Setelah saya masuk ke blog tersebut, wow… Lengkap, dan banyak sekali materi yang bisa kita unduh. Termasuk material kuliah S1, S2 dan S3 yang disampaikan Romi di berbagai kampus. Gratis. Tak heran jika situs ini pada 2008 lalu meraih penghargaan sebagai blog edukasi terbaik dari Pustekkom Depdiknas. Silakan kunjungi situs-situ gratis itu dan nikmati tebaran ilmu khas sang empunya, Syech Romi.

Sosial media yang kekinian seperti Instagram, Facebook dan Twitter juga tak luput dari tebaran ilmu ala Romi. Dalam setiap postingannya selalu diawali dengan panggilan khas untuk para anak didiknya, seperti kepada anak kandungnya sendiri.

———————-

Ini contohnya, “Nak, efek Dunning-Kruger (1999) menjawab dengan baik kenapa yg ranking akademiknya ndlosor di bawah, malah banyak yg bisa sukses ketika berbisnis … bisnis butuh kepercayaan diri, dan sayangnya semakin paham pengetahuan, orang kadang semakin ga percaya diri … salut juga dengan mbah Charles Darwin yg sudah ngomongin ini di tahun 1800-an, ternyata bukan pengetahuan, justru ketidaktahuanlah yang cenderung menghasilkan kepercayaan diri, meskipun ini sebenarnya bias kognitif yg menyebabkan superioritas ilusif … tantangan bagi kita sekarang, bagaimana mendidik dan membangkitkan mental anak2 muda yg kuat secara akademik utk lebih yakin dan percaya diri … dan di sisi lain, mendidik anak muda yg ga serius di dunia akademiknya utk lebih mau banyak belajar, banyak membaca dan bekerja keras, karena superioritas ilusif itu berbahaya dan akan menghancurkan integritas pribadi 😉”

Serius sekali kan tebar ilmunya?

—————–

Atau yang ini, “Nak, karakter dan integritas seseorang akan tampak jelas terlihat ketika dia terdesak masalah ekonomi … seberapa pun beratnya kondisimu nak, jangan pernah sudi menjadi jahat.”

Bijaksana sekali.

———————-

Atau pesan yang kekinian banget, “Nak, one shoe can change your life … (cinderella)” melengkapi foto sepatu yang sedang digunakannya.

———————–

Selain sebagai ilmuwan, peneliti, dan dosen, Romi juga piawai mengelola bisnis. Dia menyebut dirinya sebagai technopreneur. Pengalamannya di LIPI mendorongnya membangun usaha sendiri di bidang software komputer yang memang menjadi keahlian utamanya di sektor IT. Brainmatics, demikian brand yang sukses dibesarkannya. Lagi-lagi roh tebaran ilmu meresap dalam bisnisnya tersebut.

Sejak awal dia tidak merekrut calon karyawan lulusan S1 atau S2 yang ahli IT dari kampus terbaik. Romi justru merangkul para lulusan SMK dan SMA. Dia didik sedari nol, lalu dikuliahkan satu persatu. Bukan hanya level S1 melainkan sampai S2. Bahkan kini ada yang mulai siap-siap lanjut ke S3. Selain dikuliahkan, Romi juga memberikan sebagian sahamnya di perusahaan kepada para karyawan, yang dia sebut sebagai anak-anaknya. Total sudah sekitar 30 anak yang bergabung di Brainmatics dan menjalani kehidupan ala Romi.

Ah sudah ya, artikelnya saya cukupkan sampai di sini. Silakan selami tebaran ilmu ala syech Romi di internet. Bertebaran dan gratis. Oh ya, jangan lupa juga untuk mencontek sejumlah langkah kerennya dalam menebar ilmu. Hari gini, ternyata sangat murah dan mudah untuk mendapatkan pahala lewat tebaran ilmu di media sosial dan media internet. Selain dalam kehidupan nyata sehar-hari.

Terima kasih ilmunya, Syech Romi…

Dodi Mawardi

Dodi Mawardi

Penulis profesional & pembicara bidang jurnalistik/komunikasi. Berpengalaman mengelola perusahaan dan bisnis. Hidup begitu berwarna. Alhamdulillah...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *