<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TNSatu Institute</title>
	<atom:link href="https://tnsatu.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tnsatu.org</link>
	<description>Kita Satu Menuju Indonesia Satu</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Mar 2022 14:26:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>

<image>
	<url>https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2019/01/cropped-favicon-32x32.jpg</url>
	<title>TNSatu Institute</title>
	<link>https://tnsatu.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terima Kasih Ibu dan Bapak Karim</title>
		<link>https://tnsatu.org/2022/03/23/terima-kasih-ibu-dan-bapak-karim/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2022/03/23/terima-kasih-ibu-dan-bapak-karim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Mawardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2022 14:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5556</guid>

					<description><![CDATA[Sore tadi, informasi duka muncul di grup WA. Awalnya, informasi kondisi kritis. Tapi tak lama berselang, berita duka cita pun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2022/03/Ibu-Karim-Usman-3-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-5557" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2022/03/Ibu-Karim-Usman-3-1024x576.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2022/03/Ibu-Karim-Usman-3-300x169.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2022/03/Ibu-Karim-Usman-3-768x432.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2022/03/Ibu-Karim-Usman-3.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sore tadi, informasi duka muncul di grup WA. Awalnya, informasi kondisi kritis. Tapi tak lama berselang, berita duka cita pun datang. Telah berpulang Ibu Hj. Djoemani Broto, istri (alm) A. Karim Usman, pada pukul 17.30 Rabu, 23 Maret 2022 karena sakit. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… Allahummagfirlaha warhamha waafihi wa fu anha…” Ucapan belasungkawa dan doa pun terpanjat di berbagai grup WA alumni SMA Taruna Nusantara.</p>



<p>Buat kami, beliau adalah sosok orangtua yang sangat baik. Amat baik. Semua kesan yang kami terima dari beliau adalah amat baik. Bu Karim, demikian biasanya kami menyapa beliau. Beliau bukan guru, bukan pamong, bukan pula karyawan SMA Taruna Nusantara. Beliau adalah istri dari alm. bapak Kolonel Marinir A. Karim Usman, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Taruna Nusantara, sejak berdiri pada 1990 sampai 1993. Tugas ibu adalah mendampingi sang suami menjalankan tugasnya di Magelang.</p>



<p>Akan tetapi, peran bu Karim bukan sekadar istri seorang wakil kepala sekolah. Jauh lebih besar daripada itu. Beliau menjelma menjadi seorang ibu yang sesungguhnya bagi kami, siswa SMA TN yang setiap angkatan berjumlah lebih dari 200 orang dan hidup jauh dari orangtua kandung. Bu Karim, perempuan yang sangat keibuan, ramah, murah senyum, senang berbaur, dan sangat ikhlas dalam memberikan apapun kepada kami. Memberi perhatian, memberi senyuman, memberi sapaan, bahkan memberikan makanan dan minuman pada banyak kesempatan di rumah dinasnya. Bagi kami, kehadiran sosok ibu Karim (selain para ibu pamong) seolah menjadi oase ketiadaan ibu kandung nun jauh di kampung sana, saat itu.&nbsp;</p>



<p>Sosok pak Karim yang sangat tegas dan tentu saja disiplin serta “galak”, diimbangi oleh keibuan dan kelembutan ibu Karim. Sekilas kontras. Namun, justru menjadi kombinasi yang membuat kami sangat menghormati keduanya. “Respek tanpa obat,” begitu mungkin istilah anak zaman sekarang. Benar-benar sosok orangtua yang layak menjadi teladan kami.</p>



<p>2018 lalu, alumni angkatan pertama SMA TN menyelenggarakan Reuni Akbar 25 Tahun, dan alhamdulillah ibu Karim bisa hadir. Alhamdulilah, dalam usia yang tidak muda lagi masih terlihat sehat. Senyuman beliau masih sama seperti dulu beliau perlihatkan, ketika menempati rumah dinas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA TN. Senyuman pada acara tersebut terasa lebih bermakna lagi karena bahagia melihat kami, anak-anaknya berkiprah dengan baik di bidangnya masing-masing.</p>



<p>Adik-adik kami berkali-kali silaturahmi ke kediaman beliau, karena bagi kami, mereka (para pamong dan keluarganya, serta para kepala sekolah, wakil kepala sekolah serta keluarganya) memang tak terlupakan. Mereka adalah bagian penting dari kehidupan kami. Yang ikut serta secara aktif membentuk fisik, mental, dan spirit kami menjadi manusia seperti sekarang ini.</p>



<p>Terima kasih banyak ibu. Semoga Allah mengampuni segala dosamu dan menerima seluruh amal ibadahmu. Sampaikan salam dan ucapan terima kasih kami juga kepada bapak, yang sudah lama mendahului. “Allahummagfirlahum warhamhum waafihi wa fu anhum.”</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2022/03/23/terima-kasih-ibu-dan-bapak-karim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Bertugas Pak Wakapolda, Isir!</title>
		<link>https://tnsatu.org/2021/07/26/selamat-bertugas-pak-wakapolda-isir/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2021/07/26/selamat-bertugas-pak-wakapolda-isir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Mawardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 08:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[adhi makayasa]]></category>
		<category><![CDATA[isir]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal isir]]></category>
		<category><![CDATA[sma taruna nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[sma tn]]></category>
		<category><![CDATA[tnsatu]]></category>
		<category><![CDATA[wakapolda sulut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5548</guid>

					<description><![CDATA[Selamat Bertugas Pak Wakapolda, Isir! Diakah yang akan jadi peraih bintang pertama dari TNSatu? Yang duluan bintangnya menempel di pundak.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Selamat Bertugas Pak Wakapolda, Isir!</p>



<p>Diakah yang akan jadi peraih bintang pertama dari TNSatu? Yang duluan bintangnya menempel di pundak. Posisi yang akan diembannya mensyaratkan hal tersebut terwujud dalam waktu singkat; Wakapolda Sulawesi Utara. Semua wakapolda di seluruh Polda berpangkat brigadir jenderal. Sudah tidak ada lagi yang berpangkat komisaris besar.</p>



<p>Putra Papua ini memang punya sinar benderang dalam kariernya. Cahaya bintang seolah selalu dekat dengannya. <strong>Johnny Eddizon Isir</strong> peraih Adhi Makayasa AKPOL 1996. Yang digantikannya di Polda Sulawesi Utara sebagai Wakapolda adalah peraih Adhi Makayasa AKPOL 1993. Yang terbaik menggantikan yang terbaik.</p>



<p>Isir punya deretan jabatan yang mentereng sebelum meraih bintang. Dia dipilih Jokowi sebagai Ajudan Presiden. Kemudian menjadi Kapolrestabes Medan dan Kapolrestabes Surabaya. Dua kota terbesar di Indonesia yang menjadi barometer karier seorang perwira polisi.</p>



<p>Dia memang layak meraih berbagai prestasi tersebut. Cerdas, tegas, pekerja keras, sekaligus ramah, baik hati, dan tidak sombong. Plus suka menolong dan humoris. Lengkap bukan?</p>



<p>Ah, selamat menjalankan tugas jenderal!</p>



<p>Engkau selalu membuat kami merasa bangga.</p>



<p>Sebelumnya, empat TNSatu sudah lebih dulu menempati posisi atau jabatan bintang, meski sampai 26 Juli ini bintangnya belum hinggap di pundak. <a rel="noreferrer noopener" href="https://tnsatu.org/2021/07/22/empat-calon-bintang-di-bulan-juli/" target="_blank"><strong>Lihat artikelnya di sini.</strong></a> (<em>Empat Calon Bintang di Bulan Juli)</em></p>



<p><strong>Riwayat Pendidikan:</strong></p>



<ul><li>SD Kristus Raja Jayapura (1981–1987)</li><li>SMP Negeri 2 Jayapura (1987—1990)</li><li>SMA Taruna Nusantara Magelang (1990—1993)</li><li>AKPOL Semarang (1993—1996)</li><li>PTIK (2001—2003)</li><li>Master Transnational Crime Prevention/MTCP, University of Wollongong Australia (2006)</li></ul>



<p><strong>Riwayat Jabatan:</strong></p>



<ol type="1"><li>Pamapta Polres Dili Timor Timur (1997—1998)</li><li>Kasat Serse Polres Maliana Timor Timur (1998—1999)</li><li>Kasat Shabara Polres Dili (1999)</li><li>KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jatim (1999—2000)</li><li>Kanit Res Inte Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara Polda Jatim (2000—2001)</li><li>Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan (2003—2005)</li><li>Kanit I Sat II Ekonomi Dit Reskrim Polda Jatim (2007—2008)</li><li>Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008—2009)</li><li>Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jatim (2009—2010)</li><li>Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jatim (2010—2011)</li><li>Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim (2011—2012)</li><li>Kasubdit III Tipikor Dirtreskrimsus Polda Papua (2012—2013)</li><li>Kapolres Jayawijaya (2013—2014)</li><li>Kapolres Manokwari (2014—2016)</li><li>Wadirreskrimum Polda Banten (2016)</li><li>Dosen Utama STIK PTIK (2016)</li><li>Dirreskrimsus Polda Riau (2017)</li><li>Ajudan Presiden RI (2017)</li><li>Irbidjemensdm II Itwil V Itwasum Polri (2019)</li><li>Analis Kebijakan Madya bidang Binkar SSDM Polri (2019)</li><li>Kapolrestabes Medan (2019)</li><li>Kapolrestabes Surabaya (2020)</li><li>Wakapolda Sulut (2021) – Sekarang</li></ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2021/07/26/selamat-bertugas-pak-wakapolda-isir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Calon Bintang Di Bulan Juli</title>
		<link>https://tnsatu.org/2021/07/22/empat-calon-bintang-di-bulan-juli/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2021/07/22/empat-calon-bintang-di-bulan-juli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Mawardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 06:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[alumni sma tn]]></category>
		<category><![CDATA[calon bintang]]></category>
		<category><![CDATA[calon jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[Frederick Situmorang]]></category>
		<category><![CDATA[m nurdin]]></category>
		<category><![CDATA[sma taruna nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5544</guid>

					<description><![CDATA[Bersamaan dengan berita wafatnya Ichsan Abubakar, keluarga besar TNSatu juga mendapatkan kabar gembira. Empat orang saudara kami akan segera meraih]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Bersamaan dengan berita wafatnya Ichsan Abubakar, keluarga besar TNSatu juga mendapatkan kabar gembira. Empat orang saudara kami akan segera meraih pangkat bintang di pundaknya. Semoga segera nemplok di pundak, tahun ini juga ya.</p>



<p>Keempatnya adalah:</p>



<ul><li>Simson Z. Ringu, Direktur Intelijen Densus 88. Sebenarnya sudah sejak tahun lalu menjabat posisi tersebut. Posisi bintang satu di kepolisian. Semoga bintangnya segera jatuh…</li><li>Barito Mulyo Ratmono, Wakil Ketua STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara). Juga sudah sejak tahun lalu menjabat posisi bintang satu tersebut. Bintangnya tinggal menunggu waktu.</li><li>Muhammad Nurdin, Pangkosekhanudnas III. Ini berita baru. Jabatan untuk bintang satu di TNI Angkatan Udara. &nbsp;</li><li>Frederick Situmorang, Direktur C BAIS TNI (Badan Intelijen Strategis). Sama dengan informasi M. Nurdin, yang baru diketuk palunya Juli ini. &nbsp;</li></ul>



<p>Selamat ya saudara-saudaraku. Para pendiri SMA Taruna Nusantara pasti bangga dengan pencapaian kalian. Pun demikian para pengelola, pamong, dan seluruh keluarga besar SMA TN, termasuk saudara seangkatan, serta para adik kelas. Terima kasih sudah memberikan teladan dengan karya terbaik. Tidak perlu banyak bicara, namun terus berkarya.</p>



<p>Kami doakan kalian dapat menjalankan tugas mulia tersebut dengan sebaik-baiknya dengan tetap berpegang pada Tri Prasetya Siswa dan Janji Alumni. </p>



<p>Oh ya, semoga yang lain segera menyusul mendapatkan bintang. </p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2021/07/22/empat-calon-bintang-di-bulan-juli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Ichsan Abubakar</title>
		<link>https://tnsatu.org/2021/07/22/satu-lagi-saudara-kami-menghadap-ilahi/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2021/07/22/satu-lagi-saudara-kami-menghadap-ilahi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Mawardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 05:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[alumni sma tn]]></category>
		<category><![CDATA[Ichsan Abubakar]]></category>
		<category><![CDATA[sma taruna nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[tnsatu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5538</guid>

					<description><![CDATA[Sampai 20 Juli 2021, sudah 14 orang kawan kami seangkatan menghadap sang ilahi. Selasa kemarin, menjelang pergantian tanggal, Ichsan Abubakar,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sampai 20 Juli 2021, sudah 14 orang kawan kami seangkatan menghadap sang ilahi. Selasa kemarin, menjelang pergantian tanggal, Ichsan Abubakar, siswa kiriman Panda (Panitia Daerah) Jawa Barat, meninggalkan kami karena sakit. Saudaraku, tuntas sudah tugasmu di dunia. Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah swt. Semoga sakitmu menjadi jalan terhapusnya dosa-dosa.</p>



<p>Sebagian besar dari kami memang lama tidak berinteraksi denganmu, kawan. Tidak sedikit yang memberikan istilah si anak hilang kepadamu. Namun, kami tetap selalu mengingatmu kawan. Kami ingat kebaikan-kebaikanmu. Kami ingat canda tawamu dulu. Kami selalu ingat meski sudah sekian lama berlalu. Kami akan tetap menyimpan memori itu dalam kepala meski sebagian dari kami mungkin terakhir berjumpa denganmu tahun 1993 lalu, ketika kita semua lulus dari Lembah Tidar.</p>



<p>Tidak banyak yang tahu kiprahmu setelah lepas dari SMA. Namun, percayalah saudaraku, doa kami selalu saling mengiringi. Darah kita memang beda asal, namun pikiran, hati, dan jiwa kita sudah menyatu. Sampai kapan pun engkau adalah saudaraku, saudara kami. Saudara seperjuangan selama tiga tahun bersimbah peluh di kampus SMA Taruna Nusantara. Sama-sama senang dan sama-sama sedih. Kita sudah alami semuanya bersama.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/07/Tahlil-Ikhsan-Abubakar-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-5540" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/07/Tahlil-Ikhsan-Abubakar-1024x576.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/07/Tahlil-Ikhsan-Abubakar-300x169.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/07/Tahlil-Ikhsan-Abubakar-768x432.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/07/Tahlil-Ikhsan-Abubakar.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Saudaraku Ichsan kepergianmu kembali membuat mata kami basah. Sebanyak apa pun tetes-tetesnya tentu tak akan cukup untuk mengiringi kepergianmu. Hanya doa kami untukmu, Semoga Allah swt., mengampuni segala dosa-dosamu dan menerima seluruh amal ibadahmu…</p>



<p>Innalillahi wa innailaihi rojiun.</p>



<p>Seluruh makhluk akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta.</p>



<p>Kami yang masih hidup, tinggal menunggu giliran saja…</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2021/07/22/satu-lagi-saudara-kami-menghadap-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Lagi Doktor dari TN Satu</title>
		<link>https://tnsatu.org/2021/01/14/satu-lagi-doktor-dari-tn-satu/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2021/01/14/satu-lagi-doktor-dari-tn-satu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Mawardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2021 10:20:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Keamanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5530</guid>

					<description><![CDATA[Membanggakan! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kiprah Kolonel (Laut) Oke Dwiyana Pribadi, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemetaan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="960" height="686" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-hydro.jpg" alt="" class="wp-image-5531" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-hydro.jpg 960w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-hydro-300x214.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-hydro-768x549.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<p>Membanggakan! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kiprah Kolonel (Laut) Oke Dwiyana Pribadi, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal TNI AL. Di tengah kesibukannya sebagai perwira menengah TNI AL, dia berhasil menyelesaikan pendidikan tertinggi akademik Strata 3 (S-3). Dia adalah alumnus angkatan pertama SMA Taruna Nusantara Magelang.</p>



<p>Hari ini, Kamis 14 Januari 2021, Oke sukses mempertahankan disertasinya tentang status hukum kapal perang asing yang karam di perairan Indonesia, di hadapan sidang ujian tertutup Program Doktoral Universitas Jayabaya Jakarta. Disertasi itu mendapatkan apresiasi karena berhasil mengupas suatu hal baru dalam bidang hukum kelautan.</p>



<p>Selama ini, terdapat sengketa yang cukup menyita perhatian pemerintah terkait gugatan beberapa negara atas kapal perang mereka yang karam di perairan Indonesia. Sebagian besar adalah kapal perang peninggalan Perang Dunia Kedua. Disertasi karya Oke diharapkan dapat menjawab kejelasan status hukum kapal perang karam sehingga dapat membantu penyelesaian sengketa antar negara.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-Dwiyana.jpg" alt="" class="wp-image-5532" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-Dwiyana.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-Dwiyana-300x300.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-Dwiyana-150x150.jpg 150w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-Dwiyana-768x768.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2021/01/Oke-Dwiyana-250x250.jpg 250w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dengan demikian, mantan Komandan KRI Cut Nyak Dien ini berhak menyandang predikat Doktor (Dr.) di depan namanya, melengkapi pencapaiannya di bidang militer berpangkat Kolonel. Dalam waktu dekat, pria asal Cianjur Jawa Barat yang sangat santun ini, akan mengikuti pendidikan lanjutan Sesko TNI. Semoga sukses lagi, komandan!</p>



<p>Sebelumnya, lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan pertama, sudah menelurkan 14 doktor (atau PhD) di berbagai bidang. Sebuah prestasi membanggakan dan sesuai dengan cita-cita pendiri yaitu mewarnai bangsa ini dengan kaum intelektual. Oke menjadi Doktor ke-15</p>



<p>1. Dr. Aris Tri Wiyatno, ST., MT., kini berkarya di Universitas Diponegoro Semarang</p>



<p>2. AKBP Aswin Azhar Siregar, PhD., ahli bidang lalu lintas Polri.</p>



<p>3. Kombes Pol Dr. Barito Mulyo Ratmono, SIK., ahli intelijen Polri.</p>



<p>4. Dr. Hendy Risdianto Wijaya, ST., MT., entrepreneur lulusan ITB.</p>



<p>5. Dr. I Made Wiwit Kastawan, ST., MT., berkarya di Poltek Negeri Bandung.</p>



<p>6. Dr. M. Azis Muslim, ST., MT., berkarya di Universitas Brawijaya Malang.</p>



<p>7. Leo Ibnu Koharudin, B.Eng., M.Eng., PhD., berkarya di Belanda dan USA.</p>



<p>8. Dr. Muhammad Muhaemin, MSi., berkarya di Universitas Lampung.</p>



<p>9. Romi Satria Wahono, B.Eng., M.Eng., PhD., entrepreneur lulusan Jepang dan Malaysia.</p>



<p>10. Sigit Yuwono, ST., M.Eng., PhD., berkarya di Telkom University Bandung.</p>



<p>11. Sri Nugroho, ST., MT., PhD., berkarya di Universitas Diponegoro Semarang.</p>



<p>12. Dr. Eng, Sutandyo Andiarwanto, B.Eng., M.Eng., lulusan Jepang, researcher.</p>



<p>13. Prof. Dr. Eng., Teuku Faisal Fathani, ST., MT., berkarya di Universitas Gajah Mada Yogya.</p>



<p>14. Dr. Eng., Tritiya A. R. Arungpadang, ST., MT., berkarya di Universitas Sam Ratulangi Manado.</p>



<p>Pencapaian di bidang akademik ini sangat penting dalam kiprah TNSatu bagi Indonesia. Bidang akademik tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sebuah negara. Penelitian, pemikiran, dan ide-ide besar tak lepas dari kiprah para akademisi tangguh. Suatu negara akan menjadi maju jika riset dan penelitian berkembang dengan baik.</p>



<p>Semoga makin banyak karya nyata yang dapat TNSatu berikan bagi bangsa, negara dan dunia, sesuai visi dan misi para pendiri SMA Taruna Nusantara.</p>





<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2021/01/14/satu-lagi-doktor-dari-tn-satu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profil Kombes Hengki Haryadi, Kapolres Jakpus Pengganti Kombes Heru Novianto</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/11/16/profil-kombes-hengki-haryadi-kapolres-jakpus-pengganti-kombes-heru-novianto/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/11/16/profil-kombes-hengki-haryadi-kapolres-jakpus-pengganti-kombes-heru-novianto/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum dan Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Hengki Haryadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5527</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot sejumlah perwira tinggi hingga perwira menengah karena dinilai tidak menegakkan aturan terkait pelanggaran protokol kesehatan COVID-19]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="700" height="395" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/kombes-hengki-haryadi-gantikan-kombes-heru-novianto-sebagai-kapolres-jakarta-pusat_169.jpeg" alt="" class="wp-image-5528" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/kombes-hengki-haryadi-gantikan-kombes-heru-novianto-sebagai-kapolres-jakarta-pusat_169.jpeg 700w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/kombes-hengki-haryadi-gantikan-kombes-heru-novianto-sebagai-kapolres-jakarta-pusat_169-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption>Potret Kombes Hengki Haryadi yang diangkat sebagai Kapolres Jakpus</figcaption></figure>



<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; <a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Kapolri Jenderal Idham Azis</a> mencopot sejumlah perwira tinggi hingga perwira menengah karena dinilai tidak menegakkan aturan terkait pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 dalam <a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">kegiatan Habib Rizieq Shihab.</a> Salah satunya Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto yang digantikan oleh <a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Kombes Hengki Haryadi.</a></p>



<p><a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Sosok Kombes Hengki Haryadi&nbsp;</a>bukan orang baru di Polda Metro Jaya. Sepak terjangnya dalam mengungkap kejahatan di Ibu Kota tidak perlu diragukan lagi.</p>



<p>Hengki Haryadi merupakan lulusan<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">&nbsp;Akpol tahun 1996.&nbsp;</a>Pada pertengahan Oktober 2020, Hengki Haryadi baru dilantik sebagai&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">lulusan terbaik Sespimti Dikreg Tahun Ajaran 2020.</a></p>



<p>Pria kelahiran Palembang ini pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat pada Oktober 2017-Januari 2020. Selama di Polres Jakarta Barat, Hengki Haryadi pernah mengungkap sejumlah&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">kasus menonjol hingga premanisme&nbsp;</a>yang meresahkan di Ibu Kota.</p>



<p><a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Sosok Hercules dibuatnya bertekuk lutut </a>karena aksi premanisme yang meresahkan warga. Hengki Haryadi tak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tegas, tapi juga humanis dan berwibawa.</p>



<p>Hengki Haryadi kecil besar di Kota Metro, Lampung. Ayahnya merupakan prajurit TNI.</p>



<p>Prestasi akademik Hengki Haryadi sudah ditunjukkan sejak sekolah dasar hingga ia masuk SMA unggulan, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Selama menempuh pendidikan SMA, Hengki Haryadi termasuk berprestasi. Ia bahkan dipercaya menjadi anggota Paskibraka di Istana Kepresidenan pada 1991.</p>



<p>Tiga tahun mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian,&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Kombes Hengki Haryadi lulus pada tahun 1996</a>. Mengawali karir di kepolisian, Hengki Haryadi bertugas di Polres Dili, yang saat itu masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>



<p>Hengki Haryadi kemudian dipindahkan ke Jawa Barat. Ia dipercaya sebagai&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Wakapolsek Lengkong, Polresta Bandung Tengah.</a></p>



<p>Pada 2004, Hengki Haryadi mendapat kenaikan pangkat Kompol di Polda Lampung. Setelah 6 tahun bertugas di Lampung, ia kemudian dipindahkan ke Polda Metro Jaya.</p>



<p>Di Polda Metro Jaya, Hengki Haryadi pernah dipercaya sebagai Kapolsek Gambir, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya.</p>



<p>Saat menjadi Kasat Reskrim Jakarta Barat,&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Hengki Haryadi berpartner dengan Irjen Fadhil Imran,&nbsp;</a>yang saat itu sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat dengan pangkat Komisaris Besar. Di tangan Fadil Imran dan Hengki Haryadi ini, sejumlah kasus kejahatan menonjol berhasil diungkap, salah satunya menangkap Hercules.</p>



<p>Karir Hengki Haryadi semakin melejit pada 2017. Pada 30 Oktober 2017, Kombes Hengki Haryadi dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.</p>



<p>Selama di Polres Jakarta Barat, <a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">Hengki Haryadi mengukir segudang prestasi. </a>Pada November 2018, Polres Jakarta Barat di bawah pimpinan Kombes Hengki Haryadi menangkap preman Hercules terkait perebutan lahan di Kalideres, Jakarta Barat.</p>



<p>Hengki Haryadi juga mengungkap sejumlah kasus narkoba. Kampung Ambon yang menjadi sarang narkoba diobrak-abrik oleh pria kelahiran 1979 ini.</p>



<p>Di tangan dinginnya, peredaran narkoba jaringan lokal hingga internasional diringkus dirinya. Salah satunya penyelundupan 1,3 ton ganja jaringan antarkota, penyelundupan 120 kg sabu jaringan internasional, serta 28 kg sabu jaringan internasional Amerika.</p>



<p>Kerja kerasnya dan jajarannya kala itu diganjar<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2">&nbsp;penghargaan oleh DEA</a><em>&nbsp;(</em>Drug Enforcement Agency<em>)</em>. Hengki Haryadi mendapat penghargaan khusus dari DEA atas&nbsp;<em>leadership-</em>nya dalam kerja sama pengungkapan narkoba.</p>



<p>Tidak hanya itu, Hengki Haryadi juga mengungkap kasus<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=kombes+hengki+haryadi&amp;siteid=2"> jambret &#8216;tenda oranye&#8217; </a>yang saat itu meresahkan masyarakat. Ia menangkap puluhan jambret saat itu dan segudang kasus lainnya yang ia ungkap.</p>



<p></p>



<p><em>Sumber informasi :</em></p>



<p><a href="https://news.detik.com/berita/d-5257448/profil-kombes-hengki-haryadi-kapolres-jakpus-pengganti-kombes-heru-novianto/1">https://news.detik.com/berita/d-5257448/profil-kombes-hengki-haryadi-kapolres-jakpus-pengganti-kombes-heru-novianto/1</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/11/16/profil-kombes-hengki-haryadi-kapolres-jakpus-pengganti-kombes-heru-novianto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Lagi Kawan Kami Menghadap Sang Ilahi</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/11/02/satu-lagi-kawan-kami-menghadap-sang-ilahi/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/11/02/satu-lagi-kawan-kami-menghadap-sang-ilahi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Dwiyatmoko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5512</guid>

					<description><![CDATA[Hari ini (31/10/2020) sungguh suatu kesedihan mendalam bagi kami, keluarga besar TNSatu. Salah satu saudara kami tercinta Indra Dwiyatmoko sudah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="960" height="575" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2.jpg" alt="" class="wp-image-5513" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2.jpg 960w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2-300x180.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2-768x460.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-3.jpg" alt="" class="wp-image-5516" width="334" height="436" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-3.jpg 734w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-3-229x300.jpg 229w" sizes="(max-width: 334px) 100vw, 334px" /><figcaption>Beberapa sahabat/saudara  (TN 1) di rumah almarhum Indra Dwiyatmoko</figcaption></figure>



<p>Hari ini (31/10/2020) sungguh suatu kesedihan mendalam bagi kami, keluarga besar TNSatu. Salah satu saudara kami tercinta Indra Dwiyatmoko sudah mengakhiri tugas mulianya di dunia ini untuk menghadap Sang Maha Kuasa.</p>



<p>Beliau orang baik. Orang yang sangat baik. Selama hidupnya selalu dipenuhi oleh kebaikan. Ucapannya selalu baik. Sikap dan tindak tanduknya pun demikian. Setiap kali berkomunikasi dengannya aura kebaikan dan positif selalu terpancar.</p>



<p>Beliau juga orang yang sabar. Sangat sabar. Bertahun-tahun ditugaskan di Papua, dan hanya sesekali pulang ke Jakarta. Nyaris tak ada keluh kesah. Beliau menikmati tugasnya sebagai abdi negara.</p>



<p>Saya bersaksi, beliau benar2 orang yang baik dan sabar. Semoga orang baik dan sabar selalu mendapatkan karunia dari Allah SWT., dan mendapatkan tempat terbaik di alam akhirat.</p>



<p>Selamat jalan sahabatku. Saudaraku. Kami semua merasa kehilangan atas kepergianmu. Semoga kami yang masih hidup dapat terus dalam perjuangan dan memberikan karya terbaik buat bangsa.</p>



<p>&#8211; Romi SW. &#8211;</p>



<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;oo&#8212;&#8212;&#8212;-</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2A-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-5514" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2A-1024x576.jpeg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2A-300x169.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2A-768x432.jpeg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2A.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Di rumah Almarhum Indra Dwiyatmoko</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2C-576x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-5515" width="320" height="569" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2C-576x1024.jpeg 576w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2C-169x300.jpeg 169w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-2C.jpeg 720w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption>Persiapan keberangkatan Jenazah ke Mesjid terdekat untuk di shalatkan</figcaption></figure>



<p>Bertemu di SMA TN tahun 1990 dan disatukan selama 3 tahun&nbsp; dalam perjuangan hidup yang&nbsp; penuh suka dan duka,&nbsp; ternyata adalah kisah dan pengalaman terbaik kami. Peristiwa yang kami alami itu,&nbsp; kelak&nbsp; menyadarkan dan mengikat kami akan persaudaraan. Terutama disaat bagian dari kami ada yang kesusahan atau berduka.</p>



<p>Sebagai mahluk Allah SWT, kita semua pasti akan kembali kepadanya. Hanya masalah waktu dan giliran. Telah 13 orang dari kami, sudah mendahului. Dan Hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2020 kemarin adalah waktu dan giliram rekan kami alm. Indra Dwiyatmoko.</p>



<p>Ikatan persaudaraan dan rasa memiliki yang secara alami tertanam selama pendidikan tersentak seketika. Teman-teman muncul dan memainkan peran masing-masing mendampingi keluarga yang sedang bersedih.</p>



<p>Tradisi pengumpulan donasi pun menunjukkan kuatnya ikatan itu. Ratusan TNSatu ikut berpartisipasi dan telah terkumpul dana dalam 9 digit dan masih terus bertambah. Bukan masalah besaran jumlahnya,&nbsp; tetapi berapa banyak saudaranya&nbsp; yang perhatian akan sangat menguatkan keluarga almarhum&nbsp; dan TN1 brotherhood.</p>



<p>Kebahagian kami sangat terasa ketika istri, anak dan keluarga almarhum dengan berlinang air mata mengucapkan terima kasih atas perhatian kawan-kawan suami/ayahya.</p>



<p>Di situ saya bangga akan TNSatu Brotherhood.</p>



<p>Terima kasih my Brother</p>



<p>Selamat jalan kawanku.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>&#8211; Ahmad Sulaeman-</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="727" height="960" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-4.jpg" alt="" class="wp-image-5517" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-4.jpg 727w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-4-227x300.jpg 227w" sizes="(max-width: 727px) 100vw, 727px" /><figcaption>Beberapa sahabat/saudara TN 1 ikut serta membantu memikul jenazah ke tempat makam Menteng Pulo</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="470" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-6-1024x470.jpg" alt="" class="wp-image-5518" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-6-1024x470.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-6-300x138.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-6-768x353.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-6.jpg 1248w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Beberapa saudara TN 1 yang ikut serta di pemakaman</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="960" height="565" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-7.jpg" alt="" class="wp-image-5519" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-7.jpg 960w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-7-300x177.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-7-768x452.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>Perwakilan TN 1 memberikan secara simbolik santuan duka kepada anak/keluarga almarhum Indra Dwiyatmoko</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-10-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-5520" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-10-1024x768.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-10-300x225.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-10-768x576.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-10.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Perwakilan Ikastara memberikan santunan duka kepada anak/keluarga almarhum Indra Dwiyatmoko</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="502" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-8-1024x502.jpg" alt="" class="wp-image-5521" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-8-1024x502.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-8-300x147.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-8-768x377.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-8.jpg 1305w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Perwakilan TN1 bersama kedua anak almarhum Indra Dwiyatmoko</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="678" height="960" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-9.jpg" alt="" class="wp-image-5522" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-9.jpg 678w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/11/Indra-9-212x300.jpg 212w" sizes="(max-width: 678px) 100vw, 678px" /><figcaption> Daftar TN 1 yang telah mendahului</figcaption></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/11/02/satu-lagi-kawan-kami-menghadap-sang-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Perwira TNI-Polri Lulusan Terbaik Sespimti 2020, Ini Daftarnya</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/10/22/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-2020-ini-daftarnya/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/10/22/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-2020-ini-daftarnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 07:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Daru Cahyo Sumirat]]></category>
		<category><![CDATA[Frederick Situmorang]]></category>
		<category><![CDATA[Hengki Haryadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5506</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta&#160;&#8211;&#160;Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono melantik para peserta&#160;Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ke-29&#160;dan Sespimmen ke-60 TA 2020. Ada]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="700" height="393" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/10/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti_169.jpeg" alt="" class="wp-image-5507" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/10/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti_169.jpeg 700w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/10/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti_169-300x168.jpeg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption>7 Perwira TNI-Polri lulusan terbaik Sespimti (Dok.Istimewa)</figcaption></figure>



<p><strong>Jakarta</strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono melantik para peserta&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=sespimti&amp;siteid=2">Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ke-29&nbsp;</a>dan Sespimmen ke-60 TA 2020. Ada 14 peserta Sespimti dan Sespimen lulusan terbaik yang mendapatkan penghargaan,<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=sespimti&amp;siteid=2">&nbsp;salah satunya Kombes Hengki Haryadi.</a></p>



<p>Upacara penyerahan penghargaan kepada tujuh peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-29 dan juga tujuh peseta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-60 TA 2020 di gedung Utaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri, Kamis (22/10/2020).</p>



<p>Kapolri Jenderal Idham Azis, yang diwakili Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, memberikan sambutannya secara<em>&nbsp;virtual Zoom</em>. Dalam kesempatan itu, Komjen Gatot Eddy menyampaikan pesan kepada para lulusan Sespimti dan Sespimmen&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=sespimti&amp;siteid=2">untuk menjadi agen perubahan.</a></p>



<p>&#8220;Saya berharap rekan-rekan menjadi&nbsp;<em>agent of change</em>, bukan agen yang kasak-kusuk. Saya mengajak rekan-rekan wajib menjaga moral institusi. Anggota jadikan teman dan sahabat. Jangan pasang jarak. Tidak ada komandan yang hebat, tapi hebat dalam menata anggota. Jadilah pemimpin yang memiliki komitmen dan bangun motivasi anggota. Satu keteladanan lebih baik dari 1.000 nasihat,&#8221; Komjen Gatot Eddy.</p>



<p>Penutupan pendidikan Sespimti dan Sespimmen ini dilanjutkan dengan upacara penyerahan penghargaan kepada 14 lulusan terbaik. Penghargaan diberikan oleh Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kasespim Lemdiklat Polri) Irjen Drs Rokhmat Susanto.</p>



<p>&#8220;Kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang lulus. Dan juga selamat kepada penerima penghargaan terbaik. Terpenting ke depannya mampu menjadikan Polri semakin baik dan profesional. Semakin baik memberi pelayanan kepada masyarakat luas,&#8221; ujar Irjen Rokhmat Susanto.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="620" height="349" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/10/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-1_169.jpeg" alt="" class="wp-image-5508" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/10/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-1_169.jpeg 620w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/10/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-1_169-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><figcaption><em>Kombes Hengki Haryadi (tengah) lulusan terbaik Sespimti Polri. (Dok.Istimewa)</em></figcaption></figure>



<p>Penghargaan diberikan kepada Terbaik Umum peserta Sespimti Polri dan peserta TNI, peserta didik Sespimmen Polri Terbaik Nastrap dan Naskap. Termasuk juga penghargaan kepada lulusan Terbaik Akademik, Terbaik Kepribadian, Terbaik Kesempatan Jasmani, Terbaik Tamu, Terbaik Nastrap Tamu, dan Terbaik Kepribadian Tamu.</p>



<p>Untuk peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-29 Penghargaan Terbaik Umum diberikan kepada Kombes Hengki Haryadi. Dan untuk peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-60 Penghargaan Terbaik Umum diberikan kepada Kompol Rizal Maulana.</p>



<p>Untuk diketahui,&nbsp;<a href="https://www.detik.com/search/searchall?query=sespimti&amp;siteid=2">Kombes Hengki Haryadi&nbsp;</a>adalah mantan Kapolres Metro Jakarta Barat. Selama menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengki banyak menorehkan prestasi.</p>



<p>Salah satunya memberantas premanisme kelompok Hercules. Di bawah kepemimpinan Hengki Haryadi, Polres Jakbar pernah mengungkap narkoba senilai Rp 390 miliar pada 2019.</p>



<p>Berikut daftar penerima penghargaan Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-29:<br><br>1. Terbaik Umum ( TNI-Polri, siswa tamu ): Kombes Pol Hengki Haryadi<br>2. Terbaik Nastrap : Kombes Pol Arif Rachman<br>3. Terbaik Akademik : Kombes Pol Daddy Hartadi<br>4. Terbaik Kepribadian : Kombes Pol Rizal Irawan<br>5. Terbaik Tamu : Kolonel (P) Daru Cahyo Sumirat<br>6. Terbaik Nastrap Tamu : Kolonel PNB Fredik Situmorang<br>7. Terbaik Kepribadian Tamu : Kolonel Mar Efhardian</p>



<p>Penerima Penghargaan Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-60 sebanyak 7 orang sebagai berikut :</p>



<p>1. Terbaik Umum : Kompol Mirzal Maulana<br>2. Terbaik Naskap : Kompol Muhammad Taat Resdianto<br>3. Terbaik Akademik : Kompol Achmad Akbar<br>4. Terbaik Kepribadian : Kompol France Yohanes Siregar<br>5. Terbaik Kesemaptaan Jasmani : Kompol I Nengah Sadiarta<br>6. Terbaik Umum Tamu : Mayor INF Pahala Alfredo Siahaan<br>7. Terbaik Kepribadian Tamu : Mayor Sus Tito Tofani</p>



<p></p>



<p><strong>(mea/bar)</strong></p>



<p><em>Sumber :</em></p>



<p><a href="https://news.detik.com/berita/d-5224029/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-2020-ini-daftarnya">https://news.detik.com/berita/d-5224029/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-2020-ini-daftarnya</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/10/22/7-perwira-tni-polri-lulusan-terbaik-sespimti-2020-ini-daftarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN DI ATAS KOMPETENSI MORAL</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/08/16/membangun-di-atas-kompetensi-moral/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/08/16/membangun-di-atas-kompetensi-moral/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2020 05:58:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Jon Kennedy Ginting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5501</guid>

					<description><![CDATA[Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 diwarnai oleh beragam kejadian historis yang tercatat sebagai bagian perjalanan Indonesia untuk]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="650" height="452" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/Membangun-di-atas-kompetensi-moral.png" alt="" class="wp-image-5502" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/Membangun-di-atas-kompetensi-moral.png 650w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/Membangun-di-atas-kompetensi-moral-300x209.png 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/Membangun-di-atas-kompetensi-moral-392x272.png 392w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/Membangun-di-atas-kompetensi-moral-130x90.png 130w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption><em>Foto dari islamindonesia.id</em></figcaption></figure>



<p>Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 diwarnai oleh beragam kejadian historis yang tercatat sebagai bagian perjalanan Indonesia untuk berdiri di atas kakinya sendiri.&nbsp; Sebelum kedudukan Jepang di Asia digoyahkan oleh dua bom atom Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, rakyat Indonesia sudah melakukan perlawanan di berbagai daerah.&nbsp; Setelah pemboman Sekutu atas dua kota itu, berbagai kecamuk pergerakan di kalangan para tokoh nasional juga tidak kalah seru. Desakan beberapa kelompok kepada Ir. Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dipanggilnya beberapa tokoh nasional ke Da Lat, Vietnam oleh pimpinan militer Jepang, hingga “penculikan” Ir. Soekarno oleh kelompok pemuda di Rengasdengklok adalah beberapa catatan sejarah yang bisa dikenang tentang bagaimana bangsa ini mula-mula berdiri.</p>



<p>Yang menarik adalah apa yang menjadi “semangat” atau “nuansa kebatinan” dari semua kecamuk itu.&nbsp; Satu-satunya hal yang melatarbelakangi semua momen itu adalah keinginan sebagai bangsa untuk merdeka, menjadi diri sendiri, berpijak dan berjalan di atas kaki sendiri, dan tidak bergantung pada siapapun.&nbsp; Apakah saat itu kita punya kecakapan atau kemampuan finansial maupun teknis untuk menjadi sebuah negara merdeka?&nbsp; Punya infrastruktur mapan untuk menjalankan roda pemerintahan?&nbsp; Punya sumber daya untuk membiayai pembangunan?&nbsp; Punya angkatan perang yang cukup kuat untuk melindungi negara?&nbsp; Jawaban atas semua pertanyaan itu: TIDAK.</p>



<p>Lantas kecakapan atau kompetensi apa yang membuat para pendiri negara ini berani meniatkan diri untuk merdeka?&nbsp; KOMPETENSI MORAL.&nbsp; Kecakapan moral itulah yang membuat para tokoh bangsa, dipimpin oleh Ir. Soekarno, berani mengambil keputusan untuk memproklamasikan Indonesia sebagai negara merdeka.&nbsp; Mereka paham bahwa risiko dari keputusan itu tidak kecil: mereka (dan keluarganya) bisa ditangkap atau bahkan dibunuh oleh Jepang, karena belum ada sikap politik yang tegas dari Pemerintah Jepang terkait nasib Indonesia.&nbsp; Mereka juga berpotensi dihukum oleh Sekutu, yang secara yuridis berhak atas semua wilayah pendudukan Jepang pasca menyerahnya Jepang.&nbsp; Namun, kompetensi moral merekalah yang membuat kita ada saat ini, karena para pendiri bangsa ini bersedia menjadikan dirinya “tumbal” bagi masa depan nasib jutaan orang yang kelak akan mewariskan Indonesia ini pada anak cucunya.</p>



<p><strong>JANGAN PERNAH LUPA PADA SEJARAH</strong></p>



<p>Itu 75 tahun yang lalu.&nbsp; Untuk ukuran manusia, 75 tahun adalah usia yang tergolong uzur, ketika manusia sudah melewati masa-masa termatang dalam siklus hidupnya, dan akan kembali menjadi seperti “anak kecil”.&nbsp; Namun untuk sebuah bangsa, 75 tahun adalah usia yang relatif “matang”, di mana sebuah bangsa semestinya telah menemukan jati diri, kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara, serta mencapai kemapanan dalam tata kelola bermasyarakat.&nbsp; Adalah sebuah perenungan yang menarik ketika kita mempertanyakan seperti apa kita sebagai bangsa di usia 75 tahun ini.</p>



<p>Kembali pada sejarah, setelah merdeka bangsa ini juga tidak melenggang mudah dalam perjalanannya.&nbsp; Berbagai gejolak baik fisik bersenjata maupun politik masih terjadi di berbagai wilayah: perang wilayah melawan kembalinya Belanda yang membonceng Sekutu, pergolakan politik nasional di era 1950-an, hingga tergulingnya Soekarno pasca pemberontakan G-30S/PKI. &nbsp;Memasuki masa Orde Baru, bangsa ini juga masih bergulat dengan dirinya sendiri yang puncaknya adalah gerakan reformasi 1998, yang berbuah dengan pemerintahan-pemerintahan baru pasca Soeharto, hingga saat ini.</p>



<p>Berbagai pencapaian telah diraih.&nbsp; Pembangunan infrastruktur berjalan masif, Jakarta menjadi salah satu metropolitan sibuk di dunia, dan berbagai bidang bergerak untuk mewujudkan Indonesia yang “modern”.&nbsp; Sebagai perbandingan, Malaysia menyatakan kemerdekaannya tahun 1957, Singapura tahun 1965, Vietnam hanya berselisih sekitar dua minggu setelah kita, Korea Selatan hanya berselisih dua hari sebelum kita (yang berarti usia Vietnam dan Korea Selatan sama-sama 75 tahun). &nbsp;Ada pertanyaan kritis yang muncul tentang seberapa “modern” kita dibandingkan negara-negara yang saya sebutkan tadi.&nbsp; Tapi bagi saya, pertanyaan yang lebih penting adalah “seberapa merdekakah kita sekarang?”</p>



<p><em>History is the foundation of a nation</em>.&nbsp; Sejarah adalah pondasi sebuah bangsa.&nbsp; Ketika sebuah bangsa secara historis dibangun di atas kompetensi moral para pendirinya, maka kompetensi moral itu pulalah kekuatan terbesar untuk membangun bangsa itu.&nbsp; Mengabaikan eksistensi kompetensi moral sama halnya mengabaikan pondasi sebuah bangunan, yang pada akhirnya hanya akan melahirkan sebuah bangunan yang rapuh meskipun terlihat indah, gampang roboh sekalipun terlihat mentereng.&nbsp; Singkatnya, jangan pernah melupakan sejarah bagaimana bangsa ini berdiri, karena itu adalah pintu bagi kehancuran dari semua yang telah diperjuangkan dengan cucuran darah, keringat, dan air mata para pendahulu kita.</p>



<p><strong>KOMPETENSI MORAL ADALAH CIKAL BAKAL INDONESIA</strong></p>



<p>Para pendiri bangsa ini telah menunjukkan pada kita (kalau kita mau belajar sejarah, tentunya) bahwa hal sangat besar yang terlihat tidak mungkin sekalipun dapat kita wujudkan, selama kita kompeten secara moral.&nbsp; Apa yang dimaksud “kompeten secara moral” itu?&nbsp; Kompeten secara moral, atau kompetensi moral, adalah sebuah kondisi kecakapan mentalitas yang berisikan nilai-nilai semangat pejuang, kecintaan kepada tanah air, kesediaan mengorbankan diri sendiri demi kepentingan bersama, mengedepankan kemaslahatan orang banyak di atas kepentingan sendiri, dan tidak pernah berpikir untung rugi dalam memperjuangkan cita-cita bersama.</p>



<p>Nilai-nilai itu yang ada dalam kepribadian figur-figur yang kita kenal dengan nama Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, bahkan dalam figur seorang Ibu Fatmawati, yang menjahit sendiri bendera Merah Putih untuk dikibarkan saat pembacaan naskah proklamasi.&nbsp; Kompetensi moral itu pulalah yang memenuhi diri seorang Jenderal Soedirman, yang dalam keadaan sakit tetap berada di tengah-tengah anak buah ketika Belanda mencoba mengganggu kemerdekaan Indonesia yang masih berusia dini. &nbsp;Juga pada diri Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang merelakan Jogjakarta menjadi Ibukota negara saat Jakarta kembali diduduki Belanda, dan dengan dana daerah yang terbatas bersedia membiayai roda pemerintahan Indonesia.&nbsp; Masih banyak lagi tokoh-tokoh besar yang dapat kita sebutkan untuk menggambarkan bahwa dalam diri mereka, tidak ada yang lebih penting daripada kemerdekaan dan kemajuan bangsanya.&nbsp; Diri dan keluarga merekapun berada di prioritas kesekian ketika berbicara tentang apa yang terpenting bagi mereka.</p>



<p>Tujuan pembangunan negara adalah untuk mewujudkan cita-cita nasional seperti yang dinyatakan dalam Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 (melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial).&nbsp; Dalam implementasinya, pembangunan itu kita jalankan dalam berbagai aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan serta keamanan.</p>



<p>Cita-cita nasional hanya dapat diwujudkan di atas kompetensi moral yang kuat.&nbsp; Bangsa ini tidak sekedar butuh menjadi lebih modern, namun yang tidak kalah penting adalah menjadi lebih berkarakter.&nbsp;&nbsp;<em>Benchmark</em>&nbsp;dari karakter bangsa ini sebenarnya sudah diperlihatkan oleh para pendiri bangsa kita di awal-awal kemerdekaan, yang tergambar dalam lima sila Pancasila yang menjadi dasar kita bernegara.&nbsp; Artinya, kita perlu kembali lagi pada sejarah bagaimana bangsa ini terbentuk, untuk dapat memahami bagaimana kita harus melangkah ke depan.&nbsp; Akibat dari sikap abai pada sejarah dan pada karakter kebangsaan dapat kita lihat dari apa yang terjadi dengan Uni Soviet tahun 1991 dan Yugoslavia tahun 2003.</p>



<p><strong>SEBERAPA KOMPETENKAH BANGSA INI SECARA MORAL?</strong></p>



<p>Di tengah kemajuan teknologi informasi yang kita rasakan saat ini, tidak sulit untuk memperoleh gambaran obyektif tentang kecakapan moral bangsa ini di usianya yang sudah 75 tahun. Kita bisa melihat betapa susahnya memberantas korupsi pada saat jumlah peraturan perundang-undangan Indonesia mungkin salah satu yang terbanyak di dunia, dan berbagai lembaga penegakan hukum sudah dibentuk.&nbsp; Tidak sulit juga untuk melihat perilaku tokoh-tokoh publik yang jauh dari kata teladan, yang bahkan dengan bangganya dipertontonkan kepada masyarakat.&nbsp; Tidak sulit pula untuk melihat betapa masih tertatih-tatihnya kita membuat kebijakan publik yang konsisten, sinergi satu sama lain, sinkron antara pusat dan daerah, dan sebagainya.</p>



<p>Kita bangga dengan pencapaian pelajar-pelajar kita di berbagai even internasional, namun tidak sadar bahwa itu adalah buah dari kerja keras mereka sebagai individu, yang ditopang oleh sistem kebijakan internal sekolahnya yang bagus, BUKAN karena sistem pendidikan nasional kita yang sudah maju.&nbsp; Sebelum pandemi Covid-19, berbagai cerita tentang bagaimana anak-anak di desa-desa terpencil harus bertaruh nyawa untuk sekedar sampai ke sekolah, guru yang harus berjuang antara hidup dan mati untuk bisa mengajar, fasilitas sekolah yang buruk, adalah hal yang umum kita semua ketahui (dan hebatnya lagi, beberapa kondisi itu terjadi di Pulau Jawa, yang&nbsp;<em>nota bene</em>&nbsp;satu pulau dengan Ibukota negara).&nbsp; Saat pandemi, terlihat pula betapa belum siapnya kita menjalankan skema pendidikan modern yang berbasis internet, ketika di banyak tempat anak-anak harus berkumpul entah di tepi jurang, di balai desa, atau di pinggir kuburan hanya untuk mendapatkan sinyal dan akses internet yang stabil.&nbsp; Masih banyak lagi cerita miris lainnya, yang daftarnya bisa sangat panjang.</p>



<p>Di saat kita sudah 75 tahun bernegara, kita masih disibukkan oleh hal-hal yang “receh”.&nbsp; Persoalan-persoalan berlatarbelakang suku dan agama, adalah beberapa contoh bagaimana bangsa ini masih belum cukup cerdas dan modern cara berpikir dan sikap moralnya.&nbsp; Tidak mengherankan, karena kelompok-kelompok ini mungkin melihat bagaimana cara berpikir dan sikap moral para “panutan” mereka, atau “wakil rakyat” pilihan mereka.&nbsp; Tidak aneh, karena manusia-manusia “tanpa otak” sekalipun bisa disebut dan dipuja-puja sebagai “tokoh”.</p>



<p>Pencapaian kita memang banyak di 75 tahun ini, tapi ketika berbicara apakah semua pencapaian itu sudah mendekatkan kita pada terwujudnya cita-cita nasional seperti dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945, itu persoalan lain.&nbsp; Menjawab pertanyaan “seberapa merdekakah kita” tadi, saya bisa mengatakan bahwa pada dasarnya kita bahkan belum merdeka dari diri kita sendiri, ketika para figur publik masih menjadi budak dari ego sektoral dan hasrat individu akan kekuasaan serta kepuasan diri sendiri.</p>



<p>Ada hal yang wajib diingat: bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak meninggalkan sejarah, dan sejarah bangsa ini dibangun di atas kompetensi moral.</p>



<p><em>Selamat memaknai 75 tahun perjalanan, negeriku!</em></p>



<p><em>Dirgahayu, tanah airku!</em></p>



<p></p>



<p>Sumber :</p>



<figure class="wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-jon-keneddy-ginting"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="3PCygBRP7K"><a href="http://jonkeneddy.com/2020/08/16/membangun-di-atas-kompetensi-moral/">MEMBANGUN DI ATAS KOMPETENSI MORAL</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;MEMBANGUN DI ATAS KOMPETENSI MORAL&#8221; &#8212; JON KENEDDY GINTING" src="http://jonkeneddy.com/2020/08/16/membangun-di-atas-kompetensi-moral/embed/#?secret=3PCygBRP7K" data-secret="3PCygBRP7K" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/08/16/membangun-di-atas-kompetensi-moral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>75 TAHUN INDONESIA MERDEKA : PEMULIHAN PENERBANGAN NASIONAL</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/08/16/75-tahun-indonesia-merdeka-pemulihan-penerbangan-nasional/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/08/16/75-tahun-indonesia-merdeka-pemulihan-penerbangan-nasional/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2020 05:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[IPTEK dan Kedirgantaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Heri Martanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5492</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki 75 tahun kemerdekaan Indonesia bangsa ini menghadapi tantangan terberat pada masanya. Tahun 2020 ini diwarnai dengan terjadinya pandemi Covid-19]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memasuki 75 tahun kemerdekaan Indonesia bangsa ini menghadapi tantangan terberat pada masanya. Tahun 2020 ini diwarnai dengan terjadinya pandemi Covid-19 dan pelemahan ekonomi baik secara nasional maupun global. Secara global kedua permasalahan tersebut telah menerpa hampir seluruh negara di segala penjuru dunia. Secara nasional dalam tahun berjalan pada kwartal 2 tahun 2020 (Q2) sudah terjadi pelemahan secara ekonomi dengan indikator pertumbuhan -5,32% dan penanganan pandemic Covid-19 masih terus diintensifkan oleh pemerintah walaupun memang &nbsp;penambahan rata-rata&nbsp; kasus penularan yang masih konsisten diatas 1000 kasus perharinya.</p>



<p>Pada saat pandemi Covid-19 ini bisnis penerbangan dan pariwisata menjadi sektor bisnis yang paling tertekan dimana pandemi telah menyebabkan dan mengharuskan pemerintah mengambil langkah – langkah antisipatif dalam pencegahan penyebaran virus Corona. Walaupun langkah yang cukup moderat dibandingkan dengan lockdown yang jauh lebih beresiko sudah dilakukan dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tetap saja pembatasan ini menyebabkan volume pergerakan manusia dengan moda transportasi udara menjadi turun secara signifikan.</p>



<p>Penurunan jumlah penumpang terparah terjadi pada bulan April – Mei 2020 hingga mencapai sekitar -80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan menyebabkan hampir 70% armada pesawat komersial harus grounded karena sepinya penumpang. Walaupun secara perlahan terjadi peningkatan pada bulan berikutnya, akan tetapi masih jauh dari target yang diperlukan bagi operator penerbangan untuk tetap dapat mempertahankan kondisi operasionalnya secara normal. Permasalahan kesehatan dan ekonomi yang terjadi saat ini memang memukul dengan sangat keras pada bisnis di sektor penerbangan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="624" height="234" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/image.png" alt="" class="wp-image-5493" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/image.png 624w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/image-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /><figcaption><strong>PERGERAKAN PENUMPANG PESAWAT UDARA DOMESTIK JANUARI – APRIL 2020</strong><br>Sumber : BPS – Indikator Ekonomi April 2020</figcaption></figure>



<p>Penurunan ini sangat bertolak belakang dengan optimisme di masa lampau akan prospek cerah pada bisnis penerbangan. Dengan melihat tren penurunan dan perkiraan banyak ahli bahwa penerbangan nasional baru akan pulih kembali seperti pada tahun 2019 yaitu pada tahun 2022, banyak operator penerbangan pada saat ini harus melakukan berbagai langkah penyelamatan, mengingat tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi pada industri ini. Berbagai langkah seperti efisiensi operasional, diversifikasi bisnis, pengurangan tenaga kerja, renegosiasi pesawat bahkan sampai kepada penangguhan pembayaran gaji pegawai dinilai perlu untuk dilakukan sebagai langkah penyelamatan perusahaan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="652" height="280" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/image-1.png" alt="" class="wp-image-5494" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/image-1.png 652w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/image-1-300x129.png 300w" sizes="(max-width: 652px) 100vw, 652px" /><figcaption><strong>PERGERAKAN PENUMPANG PESAWAT UDARA DOMESTIK TAHUN 2016 &#8211; 2019</strong><br>Sumber : BPS – Indikator Ekonomi April 2020</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ICAO tentang dampak Covid-19 pada ekonomi penerbangan secara global memang masih memerlukan waktu yang cukup panjang untuk pulihnya bisnis penerbangan. Tingkat ketidakpastian akan Covid-19 menyebabkan beberapa skenario dari tingkatan optimis sampai kepada kemungkinan terburuk mesti dipersiapkan. Tren dari studi yang dilakukan ICAO ini dapat diambil sebagai pelajaran yang berharga dalam bagaimana mempersiapkan strategi bertahan dari terpaan badai Covid-19 saat ini. Langkah bisnis yang konservatif dan fleksibel kiranya perlu untuk ditempuh pada saat seperti ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1017" height="540" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/75-Tahun-Indonesia-Merdeka-4.jpg" alt="" class="wp-image-5496" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/75-Tahun-Indonesia-Merdeka-4.jpg 1017w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/75-Tahun-Indonesia-Merdeka-4-300x159.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/08/75-Tahun-Indonesia-Merdeka-4-768x408.jpg 768w" sizes="(max-width: 1017px) 100vw, 1017px" /><figcaption>Sumber : ICAO Economic Impact Analysis 12 August 2020</figcaption></figure>



<p>Dalam beberapa dekade ini memang negara kita telah menikmati perkembangan pesat bisnis penerbangan. Dengan terjadinya kondisi pada tahun 2020 ini dan dengan pencanangan “<em>New Normal</em>” dimana norma baru dalam kehidupan bermasyarakat mulai diimplementasikan akan dapat menjadi momentum baru untuk perkembangan lanjutan dunia penerbangan dengan strategi dan paradigma baru yang berbeda dengan sebelumnya.</p>



<p>“<em>New Normal</em>” tidak hanya terjadi pada kehidupan bermasyarakat saja, tentunya akan berdampak juga kepada perilaku masyarakat dalam bertransportasi dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dampak dari pandemi telah merubah pandangan masyarakat untuk bepergian. Peningkatan komunikasi melalui media online untuk melakukan pertemuan ataupun seminar, membaiknya fasilitas moda transportasi darat dan kereta api, meningkatnya teknologi berbasis <em>Artificial Intelligence</em>, perkembangan teknologi <em>drone</em> dan keengganan masyarakat berlibur ke area wisata akan sedikit banyak berpengaruh kepada bisnis penerbangan. Beberapa hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi operator penerbangan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi udara.</p>



<p>Pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap jumlah bandara internasional di Indonesia. Langkah ini merupakan suatu langkah yang tepat dimana memang pangsa pasar domestik di negara kita jauh lebih besar dibanding pangsa pasar internasional. Sekitar 80% pasar kita adalah pasar domestik dan sudah tepat kiranya jika saat ini penguatan pasar domestik menjadi prioritas dalam pemulihan penerbangan nasional. Selain itu dengan banyaknya bandara internasional secara tidak langsung akan mempersempit ruang bagi penerbangan domestik mengingat adanya prinsip&nbsp; “<em>Freedoms of the Air”</em> dari ICAO. Konsep <em>Hub and Spoke</em> perlu juga untuk dikaji ulang dimana bandara <em>Hub</em> ini hanya diperlukan untuk layanan internasional saja sementara untuk domestik nantinya akan sangat memerlukan penerbangan <em>Point to Point.</em></p>



<p>Bagian terpenting yang harus menjadi perhatian seluruh <em>stakeholder</em> penerbangan adalah mengembalikan <em>public confidence </em>akan transportasi udara. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan ketakutan atau trauma untuk kembali terbang dan menjadi tugas bersama seluruh <em>stakeholder</em> penerbangan untuk meyakinkan masyarakat jika terbang dengan pesawat terbang itu aman, sehat dan selamat. Konsistensi dan kepatuhan dari operator penerbangan terhadap kebijakan dan regulasi dari pemerintah dalam masa pandemi ini tentu menjadi tuntutan utama dalam mengembalikan <em>public confidence</em> untuk kembali terbang. Jangan hanya karena sekedar mengejar keuntungan semata lalu melanggar kebijakan atau regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah.</p>



<p>Sisi lain yang perlu mendapat perhatian pada saat pandemi ini adalah permasalahan logistik dan kargo. Kebutuhan akan logistik semakin meningkat trennya di tengah pandemi dan akan terus berlanjut. Peningkatan kebutuhan logistik memerlukan pengembangan yang cepat juga untuk penerbangan perintis mengingat bahwa negara kita adalah negara kepulauan. Negeri ini memerlukan dukungan logistik mulai dari pelosok sampai bagian terluar negeri ini. Berbagai terobosan dinilai perlu untuk mengantisipasi perkembangan penerbangan perintis baik dengan perluasan pengoperasian <em>seaplane</em> ataupun <em>amphibian aircraft.</em> Dengan konsep <em>Integrated Seaport</em> untuk pengoperasian pesawat perintis dimana pesawat dapat beroperasi pada berbagai pelabuhan laut yang ada akan sangat membantu dalam mempercepat jalur logistik yang diperlukan.</p>



<p>Pandemi Covid-19 telah memberi banyak pelajaran berharga kepada seluruh <em>stakeholder </em>penerbangan nasional. Pada akhirnya seluruh insan penerbangan harus saling bahu-membahu dan bersinergi dalam menjaga ketahanan dan menyelamatkan industri penerbangan. Kita semua telah menyaksikan bagaimana rentannya ketahanan sektor penerbangan nasional kita pada saat ini. Dampak dari kondisi pandemi Covid-19 ini sangat baik untuk diambil hikmah dan pelajaran yang berharga bagi seluruh insan penerbangan nasional dalam menyeragamkan langkah kita semua menuju <strong>Indonesia Maju</strong>.</p>



<p><strong>Jayalah Penerbangan Indonesia Menuju Indonesia Maju</strong>.</p>



<p></p>



<p><em>Penulis :</em></p>



<p><strong>Capt. Heri Martanto, BAv.</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/08/16/75-tahun-indonesia-merdeka-pemulihan-penerbangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
