<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teuku Faisal Fathani &#8211; TNSatu Institute</title>
	<atom:link href="https://tnsatu.org/tag/teuku-faisal-fathani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tnsatu.org</link>
	<description>Kita Satu Menuju Indonesia Satu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2020 12:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>

<image>
	<url>https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2019/01/cropped-favicon-32x32.jpg</url>
	<title>Teuku Faisal Fathani &#8211; TNSatu Institute</title>
	<link>https://tnsatu.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ikastara Tentukan Ketua dalam Sidang Daring</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/07/02/ikastara-tentukan-ketua-dalam-sidang-daring/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/07/02/ikastara-tentukan-ketua-dalam-sidang-daring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 12:43:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5462</guid>

					<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8212; Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) menyelenggarakan sidang nasional untuk memilih ketua pada Sabtu (27/6). Musyawarah yang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="830" height="466" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/ikastara-menyelenggarakan-pemilihan-ketua-secara_200702173629-586.jpeg" alt="" class="wp-image-5463" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/ikastara-menyelenggarakan-pemilihan-ketua-secara_200702173629-586.jpeg 830w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/ikastara-menyelenggarakan-pemilihan-ketua-secara_200702173629-586-300x168.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/ikastara-menyelenggarakan-pemilihan-ketua-secara_200702173629-586-768x431.jpeg 768w" sizes="(max-width: 830px) 100vw, 830px" /><figcaption><em>Ikastara menyelenggarakan pemilihan ketua secara daring.</em></figcaption></figure>



<p>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8212; Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) menyelenggarakan sidang nasional untuk memilih ketua pada Sabtu (27/6). Musyawarah yang dilakukan secara daring selama hampir 15 jam tersebut menetapkan Teuku Faisal Fathani dan Hafif Assaf sebagai dwitunggal pemimpin Ikastara.</p>



<p>Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional, Priscillia Waworuntu, mengatakan, pandemi Covid-19 ini mendorong kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tanpa meninggalkan substansi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Media daring dianggap efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia.</p>



<p>Faisal Fathani merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Hafif Assaf merupakan seorang profesional di bidang Industri Hulu Migas. Kolaborasi keduanya yang memiliki latar belakang profesi beragam diyakini dapat membawa<a href="https://republika.co.id/tag/ikastara"> IKASTARA </a>untuk berkancah secara strategis di tingkat nasional dan internasional.</p>



<p>&#8220;Sebagai sekolah yang berdiri pada 1990, Taruna Nusantara jelas masih lebih muda dibandingkan banyak sekolah lainnya. Namun alumni Taruna Nusantara tidak bisa dipungkiri menyebar ke berbagai sektor dan posisi strategis di dalam serta di luar negeri. Potensi inilah yang sejak awal akan dimaksimalkan salah satunya lewat Ikastara,” kata Faisal, dalam keterangan&nbsp;tertulis yang diterima&nbsp;<em>Republika</em>, Kamis&nbsp;(2/7).</p>



<p>Di kancah nasional, sejumlah anggota Ikastara telah menempati beberapa posisi strategis, antara lain Rachmat Kaimuddin CEO Bukalapak, Agung Wicaksono mantan direktur utama TransJakarta, Febrio Kacaribu Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Ari Juliano Gema Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.</p>



<p>&#8220;5 sampai 10 tahun mendatang kami berharap anggota Ikastara bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk tanah air. Karena sebagian alumni sudah memasuki usia di puncak karir,&#8221; kata dia.</p>



<p>Selain itu, dalam Munas tersebut, Faisal dan Hafif menyampaikan Ikastara harus mampu memperkuat pondasi organisasi dan kompetensi alumni, sebagai basis untuk berkarya untuk bangsa dan negara. Regenerasi harus terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan organisasi.</p>



<p></p>



<p></p>



<p><em>Sumber :</em></p>



<p><a href="https://republika.co.id/berita/qcu85o487/ikastara-tentukan-ketua-dalam-sidang-daring">https://republika.co.id/berita/qcu85o487/ikastara-tentukan-ketua-dalam-sidang-daring</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/07/02/ikastara-tentukan-ketua-dalam-sidang-daring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alumni Taruna Nusantara Sidang Online 15 Jam Untuk Pilih Ketua</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/07/02/alumni-taruna-nusantara-sidang-online-15-jam-untuk-pilih-ketua/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/07/02/alumni-taruna-nusantara-sidang-online-15-jam-untuk-pilih-ketua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 02:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5452</guid>

					<description><![CDATA[VISI.NEWS –&#160;Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara atau IKASTARA untuk melakukan suksesi kepengurusan pada akhir]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="800" height="445" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-Online.jpeg" alt="" class="wp-image-5453" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-Online.jpeg 800w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-Online-300x167.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-Online-768x427.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption><em>Musyawarah Nasional IX IKASTARA Online./visi.news/ist</em></figcaption></figure>



<p></p>



<p><em>VISI.NEWS –</em>&nbsp;Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara atau IKASTARA untuk melakukan suksesi kepengurusan pada akhir pekan lalu, Sabtu, 27 Juni 2020.</p>



<p>Dengan command centre di Hotel Aston TB Simatupang Jakarta Selatan, Musyawarah Nasional IX IKASTARA yang dilakukan secara daring selama hampir 15 jam dan juga dihadiri oleh anggota IKASTARA yang tesebar tidak hanya di dalam negeri, namum juga di beberapa negara lainnya. Ditetapkan Teuku Faisal Fathani (Alumni Angkatan ke-1) dan Hafif Assaf (Alumni Angkatan ke-7) sebagai dwitunggal pemimpin IKASTARA secara musyawarah mufakat. Keduanya melanjutkan kepemimpinan David Ratadhi (Alumni Angkatan ke-3).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-2-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-5454" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-2-1024x576.jpeg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-2-300x169.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-2-768x432.jpeg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-2.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Musyawarah Nasional IX IKASTARA Online./visi.news/ist</em></figcaption></figure>



<p>Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional, Priscillia Waworuntu, dalam keterangan pers yang diterima&nbsp;<em>VISI.NEWS</em>, Kamis (2/7/2020) mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini mendorong kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tanpa meninggalkan substansi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Media daring dianggap efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah Indonesia.</p>



<p>Faisal Fathani merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Hafif Assaf merupakan seorang profesional di bidang Industri Hulu Migas. Kolaborasi keduanya yang memiliki latar belakang profesi beragam diyakini dapat membawa IKASTARA untuk berkancah secara strategis di tingkat nasional dan internasional</p>



<p>“Sebagai sekolah yang berdiri pada 1990, Taruna Nusantara jelas masih lebih muda dibandingkan banyak sekolah lainnya. Namun alumni Taruna Nusantara tidak bisa dipungkiri menyebar ke berbagai sektor dan posisi strategis di dalam serta di luar negeri. Potensi inilah yang sejak awal akan dimaksimalkan salah satunya lewat IKASTARA,” jelas Faisal.</p>



<p>Di kancah nasional sendiri, sejumlah anggota Ikastara telah menempati beberapa posisi strategis, antara lain Rachmat Kaimuddin – CEO Bukalapak, Agung Wicaksono – Mantan Direktur Utama TransJakarta, Febrio Kacaribu – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Ari Juliano Gema –Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beberapa ajudan dan asisten ajudan Presiden Joko Widodo dari TNI/POLRI diketahui juga merupakan alumni Taruna Nusantara.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3-1024x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-5455" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3-1024x1024.jpeg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3-300x300.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3-150x150.jpeg 150w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3-768x768.jpeg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3-250x250.jpeg 250w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Sidang-online-3.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Musyawarah Nasional IX IKASTARA Online./visi.news/ist</em></figcaption></figure>



<p>“5 sampai 10 tahun mendatang kami berharap anggota IKASTARA bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk tanah air. Karena sebagian alumni sudah memasuki usia di puncak karir. Semoga IKASTARA menjadi salah satu solusi bagi Indonesia ke depannya. Karena memang sejak berdirinya SMA Taruna Nusantara tujuan utamanya adalah untuk berbakti pada ibu pertiwi,” terang Guru Besar Fakultas Teknik UGM ini.</p>



<p>Selain itu, dalam Munas tersebut, Faisal dan Hafif menyampaikan IKASTARA harus mampu memperkuat pondasi organisasi dan kompetensi alumni, sebagai basis untuk berkarya untuk bangsa dan negara. Regenerasi harus terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan organisasi. Semangat regenerasi tersebut ditandai dengan penunjukan Willy Sakareza yang masih berusia 32 tahun (Alumni Angkatan ke-13) sebagai Sekretaris Jenderal IKASTARA.</p>



<p>IKASTARA merupakan badan hukum perkumpulan yang beranggotakan alumni SMA Taruna Nusantara yang didirikan pada tahun 1994 dengan tujuan di bidang sosial dan pendidikan. Selama 26 tahun, IKASTARA memiliki latar belakang lebih dari 8.000 anggota yang beragam dan tersebar di berbagai sektor seperti aparatur sipil negara, profesional BUMN, BUMD, dan swasta, TNI/POLRI, pengusaha di berbagai bidang, hingga dokter, akademisi, arsitek, dan bidang profesi lainnya baik di dalam dan luar negeri.<strong>@mpa</strong></p>



<p></p>



<p>Sumber :</p>



<p><a href="https://visi.news/alumni-taruna-nusantara-sidang-online-15-jam-untuk-pilih-ketua/">https://visi.news/alumni-taruna-nusantara-sidang-online-15-jam-untuk-pilih-ketua/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/07/02/alumni-taruna-nusantara-sidang-online-15-jam-untuk-pilih-ketua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Munas IX Secara Daring</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/07/01/gelar-munas-ix-secara-daring/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/07/01/gelar-munas-ix-secara-daring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5444</guid>

					<description><![CDATA[Alumni Taruna Nusantara Pilih Guru Besar FT UGM Sebagai Ketua RMco.id&#160;&#160;Rakyat Merdeka &#8211;&#160;Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan&#160;Ikatan Alumni SMA]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Alumni Taruna Nusantara Pilih Guru Besar FT UGM Sebagai Ketua</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="973" height="517" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Gelar-Munas-RMCO.jpg" alt="" class="wp-image-5446" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Gelar-Munas-RMCO.jpg 973w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Gelar-Munas-RMCO-300x159.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Gelar-Munas-RMCO-768x408.jpg 768w" sizes="(max-width: 973px) 100vw, 973px" /><figcaption><em>Musyawarah Nasional (Munas) IX IKASTARA dilakukan secara daring.</em></figcaption></figure>



<p><strong>RMco.id</strong>&nbsp;&nbsp;Rakyat Merdeka &#8211;&nbsp;Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan&nbsp;<a href="https://rmco.id/tags/50615/ikatan-alumni-sma-taruna-nusantara">Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara</a>&nbsp;atau IKASTARA untuk melakukan suksesi kepengurusan pada akhir pekan lalu, Sabtu, 27 Juni 2020.</p>



<p>Lewat Musyawarah Nasional (Munas) IX IKASTARA yang dilakukan secara daring, Teuku Faisal Fathani (Alumni Angkatan ke-1) dan Hafif Assaf (Alumni Angkatan ke-7) didaulat sebagai dwitunggal pemimpin IKASTARA secara musyawarah mufakat.</p>



<p>&#8220;Keduanya melanjutkan kepemimpinan David Ratadhi (Alumni Angkatan ke-3),&#8221; tutur Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional, Priscillia Waworuntu dalam keterangan pers yang diterima RMco, kemarin.</p>



<p>Menurut Priscillia, Munas IX <a href="https://rmco.id/tags/50616/ikasastra">IKASASTRA</a> ini digelar secara daring selama hampir 15 jam, dihadiri oleh anggota IKASTARA yang tesebar tidak hanya di dalam negeri, namun juga di beberapa negara lainnya.</p>



<p>Priscillia mengatakan, pandemi Covid-19 mendorong kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tanpa meninggalkan substansi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Media daring dianggap efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah Indonesia.</p>



<p>Disebutkan, Faisal Fathani yang terpilih merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Hafif Assaf merupakan seorang profesional di bidang Industri Hulu Migas. &#8220;Kolaborasi keduanya yang memiliki latar belakang profesi beragam diyakini dapat membawa IKASTARA untuk berkancah secara strategis di tingkat nasional dan internasional,&#8221; kata Priscillia.</p>



<p>Ketua IKASASTRA terpilih Faisal Fathani mengungkapkan, sebagai sekolah yang berdiri pada 1990, Taruna Nusantara jelas masih lebih muda dibandingkan banyak sekolah lainnya.</p>



<p>Namun alumni Taruna Nusantara tidak bisa dipungkiri menyebar ke berbagai sektor dan posisi strategis di dalam serta di luar negeri.</p>



<p>&#8220;Potensi inilah yang sejak awal akan dimaksimalkan salah satunya lewat IKASTARA,” jelas Faisal. Di kancah nasional sendiri, sejumlah anggota Ikastara telah menempati beberapa posisi strategis, antara lain Rachmat Kaimuddin &#8211; CEO Bukalapak, Agung Wicaksono.</p>



<p>Ada juga&nbsp;Mantan Direktur Utama TransJakarta.&nbsp;Febrio Kacaribu &#8211; Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Ari Juliano Gema –Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.</p>



<p>Beberapa ajudan dan asisten ajudan Presiden Joko Widodo dari TNI/POLRI diketahui juga merupakan alumni Taruna Nusantara.</p>



<p>“5 sampai 10 tahun mendatang kami berharap anggota IKASTARA bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk tanah air. Karena sebagian alumni sudah memasuki usia di puncak karir. Semoga IKASTARA menjadi salah satu solusi bagi Indonesia ke depannya. Karena memang sejak berdirinya SMA Taruna Nusantara tujuan utamanya adalah untuk berbakti pada ibu pertiwi,” terang Guru Besar Fakultas Teknik UGM ini.</p>



<p>Dalam Munas tersebut, Faisal dan Hafif menyampaikan IKASTARA harus mampu memperkuat pondasi organisasi dan kompetensi alumni, sebagai basis untuk berkarya untuk bangsa dan negara. Regenerasi harus terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan organisasi.</p>



<p>Semangat regenerasi tersebut ditandai dengan penunjukan Willy Sakareza yang masih berusia 32 tahun (Alumni Angkatan ke-13) sebagai Sekretaris Jenderal IKASTARA.</p>



<p>Sekedar info, IKASTARA adalah badan hukum perkumpulan yang beranggotakan alumni SMA Taruna Nusantara yang didirikan pada tahun 1994 dengan tujuan di bidang sosial dan pendidikan.</p>



<p>Selama 26 tahun, IKASTARA memiliki latar belakang lebih dari 8000 anggota yang beragam dan tersebar di berbagai sektor seperti aparatur sipil negara, profesional BUMN, BUMD, dan swasta, TNI/POLRI, pengusaha di berbagai bidang, hingga dokter, akademisi, arsitek, dan bidang profesi lainnya baik di dalam dan luar negeri. <strong>[FAZ]</strong></p>



<p></p>



<p><em>Sumber :</em></p>



<p><a href="https://rmco.id/baca-berita/nasional/39625/gelar-munas-ix-secara-daring-alumni-taruna-nusantara-pilih-guru-besar-ft-ugm-sebagai-ketua">https://rmco.id/baca-berita/nasional/39625/gelar-munas-ix-secara-daring-alumni-taruna-nusantara-pilih-guru-besar-ft-ugm-sebagai-ketua</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/07/01/gelar-munas-ix-secara-daring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pandemi, Ikastara Gelar Suksesi Kepengurusan Secara Daring</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/06/30/pandemi-ikastara-gelar-suksesi-kepengurusan-secara-daring/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/06/30/pandemi-ikastara-gelar-suksesi-kepengurusan-secara-daring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2020 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5448</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta: Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) menggelar musyawarah nasional (munas) dalam rangka suksesi kepengurusan pada Sabtu, 27 Juni 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="800" height="600" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Ikastara-Medcom.jpg" alt="" class="wp-image-5449" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Ikastara-Medcom.jpg 800w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Ikastara-Medcom-300x225.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Ikastara-Medcom-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p>Jakarta: Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) menggelar musyawarah nasional (munas) dalam rangka suksesi kepengurusan pada Sabtu, 27 Juni 2020. Munas yang berlangsung di tengah pandemi virus korona (covid-19) itu digelar secara daring.<br><br>&#8220;Pandemi covid-19 ini mendorong kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tanpa meninggalkan substansi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Media daring dianggap efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia,&#8221; kata Ketua Panitia Pengarah Munas Ikastara, Priscillia Waworuntu melalui siaran pers, Senin, 29 Juni 2020.<br><br>Munas ke-IX Ikastara menghasilkan sejumlah ketetapan. Salah satunya, penetapan alumni angkatan pertama Teuku Faisal Fathani dan alumni angkatan ketujuh Hafif Assaf sebagai pemimpin Ikastara. Pemilihan keduanya berlangsung secara musyawarah mufakat.</p>



<p>&#8220;Keduanya melanjutkan kepemimpinan David Ratadhi (Alumni Angkatan ketiga), pasca peserta musyawarah nasional menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya tanpa catatan,&#8221; ujarnya.<br> <br>Priscillia menjelaskan, Faisal Fathani merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), sedangkan Hafif Assaf seorang profesional di bidang Industri Hulu Migas. Kolaborasi keduanya yang memiliki latar belakang profesi beragam diyakini dapat membawa Ikastara lebih memiliki peran strategis di tingkat nasional dan internasional.<br> <br>Faisal dan Hafif menekankan Ikastara harus mampu memperkuat pondasi organisasi dan kompetensi alumni, sebagai basis untuk berkarya untuk bangsa dan negara. Regenerasi harus terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan organisasi.<br> <br>&#8220;Semangat regenerasi tersebut ditandai dengan penunjukan Willy Sakareza yang masih berusia 32 tahun (alumni angkatan ke-13) sebagai Sekretaris Jenderal Ikastara.<br> <br>Ikastara merupakan badan hukum perkumpulan yang beranggotakan alumni SMA Taruna Nusantara. Perkumpulan ini didirikan pada 1994 dengan tujuan di bidang sosial dan pendidikan.<br> <br>Ikastara memiliki sekitar 8.000 anggota dengan latar belakang yang beragam. Mereka tersebar di berbagai sektor seperti aparatur sipil negara (ASN), profesional Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan swasta. Ada juga yang berprofesi sebagai anggota TNI/POLRI, pengusaha di berbagai bidang, dokter, akademisi, arsitek, dan bidang profesi lainnya, baik di dalam dan luar negeri.</p>



<p></p>



<p></p>



<p><em>Sumber :</em></p>



<p><a href="https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/VNnXep1k-pandemi-ikastara-gelar-suksesi-kepengurusan-secara-daring">https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/VNnXep1k-pandemi-ikastara-gelar-suksesi-kepengurusan-secara-daring</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/06/30/pandemi-ikastara-gelar-suksesi-kepengurusan-secara-daring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suksesi Alumni SMA Taruna Nusantara Secara Daring</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/06/29/suksesi-alumni-sma-taruna-nusantara-secara-daring/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/06/29/suksesi-alumni-sma-taruna-nusantara-secara-daring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 12:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5457</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta,&#160;Portonews.com&#160;– Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) untuk melakukan suksesi kepengurusan pada akhir pekan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="750" height="375" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Suksesi-Ikastara.jpg" alt="" class="wp-image-5458" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Suksesi-Ikastara.jpg 750w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/07/Suksesi-Ikastara-300x150.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></figure>



<p><strong>Jakarta,&nbsp;<a href="http://portonews.com/">Portonews.com</a></strong>&nbsp;– Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) untuk melakukan suksesi kepengurusan pada akhir pekan lalu.</p>



<p>Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional, Priscillia Waworuntu mengungkapkan, dalam Musyawarah Nasional IX Ikastara yang dilakukan secara daring selama hampir 15 jam, tercatat berbagai hasil yang ditetapkan.</p>



<p>“Salah satunya adalah penetapan Teuku Faisal Fathani (Alumni Angkatan ke-1) dan Hafif Assaf (Alumni Angkatan ke-7) sebagai dwitunggal pemimpin Ikastara secara musyawarah mufakat,” kata Priscillia, (29/06).</p>



<p>Ia menambahkan, keduanya melanjutkan kepemimpinan David Ratadhi (Alumni Angkatan ke-3), pasca peserta Musyawarah Nasional menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya tanpa catatan.</p>



<p>Pandemi Covid-19 ini mendorong kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tanpa meninggalkan substansi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, media daring dianggap efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah Indonesia.</p>



<p>Faisal Fathani merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Hafif Assaf merupakan seorang profesional di bidang Industri Hulu Migas. Kolaborasi keduanya yang memiliki latar belakang profesi beragam diyakini dapat membawa Ikastara untuk berkancah secara strategis di tingkat nasional dan internasional.</p>



<p>Dalam Munas tersebut, Faisal dan Hafif menyampaikan Ikastara harus mampu memperkuat pondasi organisasi dan kompetensi alumni, sebagai basis untuk berkarya untuk bangsa dan negara. Regenerasi harus terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan organisasi.</p>



<p>Semangat regenerasi tersebut ditandai dengan penunjukan Willy Sakareza yang masih berusia 32 tahun (Alumni Angkatan ke-13) sebagai Sekretaris Jenderal Ikastara.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, Ikastara adalah badan hukum perkumpulan yang beranggotakan alumni SMA Taruna Nusantara yang didirikan pada tahun 1994 dengan tujuan di bidang sosial dan pendidikan.</p>



<p>Selama 26 tahun, Ikastara memiliki latar belakang lebih dari 8000 anggota yang beragam dan tersebar di berbagai sektor seperti aparatur sipil negara, profesional BUMN, BUMD, dan swasta, TNI/POLRI, pengusaha di berbagai bidang, hingga dokter, akademisi, arsitek, dan bidang profesi lainnya baik di dalam dan luar negeri.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Sumber :</p>



<figure class="wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-portonews"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="UwnfyXYEcT"><a href="https://www.portonews.com/2020/covid-19/suksesi-alumni-sma-taruna-nusantara-secara-daring/">Suksesi Alumni SMA Taruna Nusantara Secara Daring</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;Suksesi Alumni SMA Taruna Nusantara Secara Daring&#8221; &#8212; PORTONEWS" src="https://www.portonews.com/2020/covid-19/suksesi-alumni-sma-taruna-nusantara-secara-daring/embed/#?secret=UwnfyXYEcT" data-secret="UwnfyXYEcT" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/06/29/suksesi-alumni-sma-taruna-nusantara-secara-daring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Wajah Baru Ikastara 2020-2023</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/06/28/ini-dia-wajah-baru-ikastara-2020-2023/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/06/28/ini-dia-wajah-baru-ikastara-2020-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sinergi dan Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5426</guid>

					<description><![CDATA[“Dua kandidat sudah bersepakat untuk konsolidasi, dan tugas kita di Munas ini adalah untuk bermusyawarah menyepakati dan memutuskannya. Apakah ada]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="531" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Keputusan-Sidang-1-1024x531.jpg" alt="" class="wp-image-5427" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Keputusan-Sidang-1-1024x531.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Keputusan-Sidang-1-300x156.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Keputusan-Sidang-1-768x398.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Keputusan-Sidang-1-1536x797.jpg 1536w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Keputusan-Sidang-1-2048x1063.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Munas Ikastara IX Tahun 2020 Melalui Zoom Meeting</em></figcaption></figure>



<p>“Dua kandidat sudah bersepakat untuk konsolidasi, dan tugas kita di Munas ini adalah untuk bermusyawarah menyepakati dan memutuskannya. Apakah ada yang tidak setuju dengan konsolidasi ini? Satu… dua… tiga…&nbsp; Tidak ada. Dengan demikian, kita semua mufakat dan Munas menetapkan saudara Prof. Teuku Faisal Fathani, PhD., sebagai Ketua Umum Ikastara periode 2020-2023. Tok tok tok…”</p>



<p>Kira-kira demikianlah kalimat Ketua Sidang Musyawarah Nasional (Munas) Ikastara IX Ari Juliano Gema, ikut menorehkan sejarah dalam Ikastara. Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara dilakukan secara musyawarah dan mufakat, sesuai dengan nilai-nilai Sila Ke-4 Pancasila, yang sudah dilupakan sebagian anak bangsa.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="498" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200124-WA0113-1-1024x498.jpg" alt="" class="wp-image-5428" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200124-WA0113-1-1024x498.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200124-WA0113-1-300x146.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200124-WA0113-1-768x373.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200124-WA0113-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Rapat Internal TN 1 Berlokasi di Ruang Kelas Brainmatics</em></figcaption></figure>



<p>Proses menuju konsolidasi kedua calon ketua umum hingga melahirkan musyawarah mufakat ini tidak mudah. Pada awalnya, kedua tim lintas angkatan menilai adanya kesamaan visi-misi dan platform, kemudian bersama-sama menyusun blueprint dan membangun arsitektur organisasi Ikastara ke depan.</p>



<p>Setelah melalui pembahasan panjang dalam Munas IX ini, Anggaran Dasar pun telah disetujui dan ditetapkan. Dalam Angaran Dasar Ikastara Pasal 15 secara tegas disebutkan bahwa semua keputusan yang diambil dalam Munas, berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Pemungutan suara hanya dilakukan jika mufakat tak tercapai. Anggaran Dasar yang telah ditetapkan ini tentu levelnya lebih tinggi dibanding Rekomendasi Munas sebelumnya. Hal itu pula yang kemudian menjadi dasar dilaksanakannya musyawarah untuk mufakat dalam penetapan ketua umum ke-7 Ikastara.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-style-default"><img decoding="async" width="617" height="765" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Faisal-Hafif.jpg" alt="" class="wp-image-5435" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Faisal-Hafif.jpg 617w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Faisal-Hafif-242x300.jpg 242w" sizes="(max-width: 617px) 100vw, 617px" /><figcaption><em>Pertemuan Kedua Calon Ketua Umum Ikastara, Faisal Fathani (TN 1) dan Hafif Assaf (TN 7 )</em></figcaption></figure>



<p><strong>Wajah Baru tapi Lama</strong></p>



<p>Sejak awal proses pergantian kepemimpinan Ikastara, beberapa kalangan alumni sudah menyuarakan perlunya perubahan dalam organisasi ini. Mereka menyebutnya sebagai naik level. Level sekarang sudah bagus, tapi harus dinaikkan. Bukan hanya hebat dan aktif dalam lingkungan internal, namun harus juga mampu mensejajarkan diri dengan organisasi lain di level nasional. Suatu kenaikan level yang membutuhkan energi besar. Itulah sebabnya, sebagian anggota yang dimotori oleh angkatan pertama mendorong tokoh terbaik alumni untuk menjadi ketua umum. Seorang profesor yang integritas, kapasitas, dan kredibilitasnya bukan hanya diakui secara nasional, namun juga secara internasional. Dialah Prof. Faisal, penemu alat deteksi dini multi-bencana, yang sudah diimplementasikan di 32 provisinsi di Indonesia dan di manca negara.</p>



<p>Hadirnya Prof. Faisal sebagai pemimpin Ikastara diharapkan mampu mendongkrak organisasi ini lebih cepat ke level yang dituju. Ikastara harus mampu berkiprah lebih luas secara&nbsp; nasional, bahkan internasional. Apalagi dalam beberapa tahun ke depan, beberapa anggota Ikastara akan menduduki beberapa posisi kunci, di berbagai bidang. Anggota Polri dan TNI sudah mulai meraih bintang. Sejumlah akademisi menyusul Faisal menjadi profesor. Para ASN mulai menduduki jabatan esolon I. Para profesional semakin banyak yang meraih posisi puncak. Perlu organisasi alumni yang lebih kuat sebagai penyeimbang dan penopang pergerakan para alumni.</p>



<p>Terpilihnya Prof. Faisal meningkatkan posisi tawar organisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ikastara adalah partner buat SMA Taruna Nusantara, dan juga untuk lembaga yang menaunginya yaitu Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Bukan kebetulan jika saat ini Ketua LPTTN dijabat oleh seorang alumnus SMA TN, anggota Ikastara. Tentu, kondisi tersebut akan sangat menguntungkan untuk posisi Ikastara. Selama ini perjuangan Ikastara dalam membantu menjaga marwah SMA sesuai visi pendiri bangsa, kadang terbentur masalah nonteknis.</p>



<p>Prof. Faisal bukan wajah baru di Ikastara. Mungkin selama ini sebagian anggota jarang melihatnya aktif di Ikastara. Apalagi di hadapan para anggota junior Ikastara. Padahal, Prof Faisal adalah wakil ketua umum Ikastara periode 1994-2003, periode pertama organisasi ini. Putra kelahiran Aceh ini, wajah baru tapi lama.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200220-WA0010-2-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-5431" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200220-WA0010-2-1024x768.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200220-WA0010-2-300x225.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200220-WA0010-2-768x576.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200220-WA0010-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Pertemuan Calon Ketua Umum bersama Tim Sukses Kedua Caketum</em></figcaption></figure>



<p><strong>Pendidik Tulen</strong></p>



<p>Sejak lulus dari program sarjana Universitas Gajah Mada sampai sekarang, Prof. Faisal berkiprah di bidang pendidikan. Terbiasa mengajar, membagi ilmu, memberi inspirasi, dan melakukan riset. Dia sukses menemukan alat deteksi dini multi-bencana serta radar cuaca untuk keselamatan penerbangan dan pelayaran, yang kemudian dipakai secara luas di Indonesia dan di manca negara.&nbsp; Dia sudah mencatatkan beberapa paten di bidang inovasi teknologi kebencanaan. Namanya menjulang di kalangan para ahli kebencanaan dunia hingga diangkat sebagai Wakil Presiden International Consortium on Geodisaster Reduction (ICGdR) (2013 hingga sekarang) dan ditetapkan sebagai Adjunct Professor on Geodisaster Reduction oleh UNESCO (2018-2022). Berkali-kali Prof Faisal memimpin sidang internasional bidang kebencanaan, termasuk sidang ISO TC 292 Emergency and Resilience. Sang Profesor sudah mengharumkan nama Indonesia di belantara intelektual dunia. Membanggakan.</p>



<p>Sebagai pendidik, ia menjaga betul integritasnya. Hal yang sangat dibutuhkan oleh organisasi seperti Ikastara, yang bergerak di dua bidang; Sosial dan Pendidikan. Sungguh, Ikastara beruntung memiliki anggota sekelas Prof Faisal, dan kita semua dapat berharap di tangannya organisasi ini benar-benar naik level seperti yang diharapkan. Level pantas berkiprah di kancah nasional dan internasional, dengan anggota berkualitas dan kompeten seperti sang Ketua Umum.</p>



<p>Dalam mengemban amanah ini, Ketua Umum terpilih akan berkolaborasi dan bersinergi dengan Wakil Ketua Umum yang juga akan merangkap sebagai Ketua Harian, yaitu saudara Hafif Assaf, alumni Angkatan ke &#8211; 7. Hafif telah menyelesaikan studi Pasca Sarjana di Adelaide, Australia dan pernah menjadi Presiden PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia) di Australia Selatan.</p>



<p>Saat ini Hafif bekerja sebagai seorang professional di Industri Hulu Migas (Medco E&amp;P) dan menjalankan Studi Doktoral di Universitas Padjadjaran, Bandung. Hafif juga aktif di berbagai kepengurusan asosiasi terkait di bidang Industri Hulu Migas dan sektor energi.</p>



<p>Selamat bekerja Prof. Faisal, Saudara Hafif dan seluruh Pengurus Pusat Ikastara 2020-2023, untuk memberikan karya terbaik bagi bangsa, negara, dan dunia!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="498" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Bukalapak-5-2-1024x498.jpg" alt="" class="wp-image-5430" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Bukalapak-5-2-1024x498.jpg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Bukalapak-5-2-300x146.jpg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Bukalapak-5-2-768x373.jpg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/06/Bukalapak-5-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Rapat Koordinasi &#8220;Tim Bersama Caketum&#8221; Dengan SC-OC di Kantor Bukalapak</em></figcaption></figure>



<p></p>



<p></p>



<p><em>Penyusun :</em></p>



<p>Dodi Mawardi dkk (Tim Informasi TNSatu Institute)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/06/28/ini-dia-wajah-baru-ikastara-2020-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Profesor Turun Gunung Urusi Ikatan Alumni SMA-nya</title>
		<link>https://tnsatu.org/2020/01/19/seorang-profesor-turun-gunung-urusi-ikatan-alumni-sma-nya/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2020/01/19/seorang-profesor-turun-gunung-urusi-ikatan-alumni-sma-nya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 15:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tnsatu.org/?p=5355</guid>

					<description><![CDATA[Kenapa seorang profesor mau urusi ikatan alumni SMA-nya? Buat kaum yang berpikir, tentu hal tersebut akan menjadi pertanyaan besar. Seorang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-5357" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-1024x682.jpeg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-300x200.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-768x512.jpeg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kenapa seorang profesor mau urusi ikatan alumni SMA-nya? </p>



<p></p>



<p>Buat kaum yang berpikir, tentu hal tersebut akan menjadi pertanyaan besar. Seorang profesor, guru besar di kampus ternama Indonesia, kok mau repot-repot mengurusi ikatan alumni SMA-nya. Bahkan bersedia menjadi ketua umumnya. Turun level, begitu kira-kira respon pertama kita. </p>



<p>Seorang profesor, guru besar, level para dewa di bidang pendidikan. Ucapannya tidak pernah salah dalam bidangnya. Kalau pun keliru, dianggap sebagai sekadar suatu perbedaan. Seorang profesor boleh berkata apa saja, sesuai bidang keilmuannya. </p>



<p>Seorang profesorlah yang layak memimpin perguruan tinggi. Profesor pula yang banyak menjadi menteri. Bahkan Indonesia dua kali dipimpin oleh profesor.  Level profesor memang tingggi. Lalu kenapa harus turun gunung menjadi ketua ikatan alumni SMA-nya? Bukankah menjadi ketua ikatan alumni perguruan tinggi justru lebih pas? </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-2-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-5358" srcset="https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-2-1024x682.jpeg 1024w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-2-300x200.jpeg 300w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-2-768x512.jpeg 768w, https://tnsatu.org/wp-content/uploads/2020/01/Faisal-2.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Tentu, ada cita-cita dan impian besar &#8211; bahkan sangat besar &#8211; di baliknya. SMA ini bukan sekolah biasa. SMA ini menjadi pionir SMA unggulan di negeri ini. SMA ini merangkul seluruh potensi terbaik bangsa. SMA ini lahir dari visi besar seorang negarawan. Alumni SMA ini mulai terbang seperti kupu-kupu, berkarya dan berkiprah di berbagai bidang. Persis seperti yang diimpikan para pendirinya. </p>



<p>Pertanyaan ini setali tiga uang dengan yang terjadi pada tahun 1990, 30 tahun lalu. Seorang profesor juga turun gunung menjadi kepala sekolah setingkat SMA. Bayangkan, dia lebih layak jadi rektor. Tapi dia ikhlas menjadi kepala SMA, demi suatu cita-cita besar. Visi menyiapkan generasi emas Indonesia, pada 2020-2035. Pilihannya tepat. Kerjanya menjawab keraguan bahkan cibiran banyak orang saat itu. </p>



<p>SMA itu, Taruna Nusantara. Sekolah unggulan yang dibentuk oleh kementerian pertahanan di bawah komando Jenderal L.B. Moerdani. &#8220;Sekolah ini dipersembahkan untuk masa depan bangsa dan negara…&#8221; Demikian bunyi tulisan pada prasasti yang masih dapat dibaca di kampus tersebut. Sang jenderal memilih Prof. Dr. Tarwotjo MSc., ahli pendidikan dan antropologi, sebagai kepala sekolah. Ketika menyusun konsep sekolah itu, sang jenderal juga melibatkan empat profesor lain dari perguruan tinggi terbaik negeri ini.</p>



<p>Kenapa seorang profesor mau turun gunung urusi ikatan alumni SMA-nya? Jawabannya sama dan sebangun dengan jawaban kenapa Profesor Tarwotjo (alm. Semoga Allah mengampuni segala dosanya) mau menjadi kepala SMA. </p>



<p>Ikatan alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) bukan ikatan alumni SMA biasa. Sungguh berbeda. Di punggungnya tersimpan visi dan impian besar yang tercantum dalam prasasti di kampusnya. Kontribusi nyata para alumnusnya terhadap bangsa, semakin nyata. Setelah 30 tahun menyiapkan fondasi kuat sebagai ikatan alumni, saatnya kini IKASTARA naik kelas. Berkontribusi lebih nyata dan besar untuk masyarakat, bangsa, negara, dan juga dunia.</p>



<p>Saatnya, IKASTARA dipimpin oleh sosok yang punya reputasi nasional dan internasional. Sosok yang sudah nyata berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia. Sosok ini Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., guru besar di Universitas Gadjah Mada sangat pas dan tepat untuk memimpin ikatan alumni SMA yang tak biasa ini untuk naik level. IKASTARA akan menjadi ikatan alumni yang setara dan selevel dengan ikatan alumni perguruan tinggi. IKASTARA akan menjadi satu-satunya ikatan alumni setingkat SMA, yang punya kontribusi unggul buat masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.</p>



<p>Bismillah…</p>



<p></p>



<p><em>Penyusun :</em></p>



<p>Dodi Mawardi dkk (Tim Informasi TNSatu Institute)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2020/01/19/seorang-profesor-turun-gunung-urusi-ikatan-alumni-sma-nya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Faisal Fathani Dosen Teladan 2013</title>
		<link>https://tnsatu.org/2013/09/07/faisal-fathani-dosen-teladan-2013/</link>
					<comments>https://tnsatu.org/2013/09/07/faisal-fathani-dosen-teladan-2013/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator TNSatu.org]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2013 09:26:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Faisal Fathani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tnsatu.org/?p=4269</guid>

					<description><![CDATA[Faisal Fathani: Penemu Alat Deteksi Dini LongsorTEUKU FAISAL FATHANILahir: Banda Aceh, 26 Mei 1975Pekerjaan:Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Faisal Fathani: Penemu Alat Deteksi Dini Longsor<br>TEUKU FAISAL FATHANI<br>Lahir: Banda Aceh, 26 Mei 1975<br>Pekerjaan:<br>Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM<br>Istri: dr Mora Claramita, MPHE, PhD (38)<br>Anak:<br>– Cut Karina Fathani (9)<br>– Cut Farrah Fathani (5)<br>– Teuku Alamsyah Prawira Fathani (2)<br>Pendidikan: PhD dari Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang</p>



<p>Hujan lebat berhari-hari mengguyur kawasan rawan longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, sekitar November 2007. Lalu terdengar sirene meraung-raung yang menandakan bahaya segera datang. Dengan komando beberapa warga desa yang terlatih, puluhan orang segera meninggalkan rumah, mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sekitar empat jam kemudian, longsor besar melanda, melumat banyak rumah yang baru ditinggalkan penghuninya. Warga pun bersyukur. Berkat alat pendeteksi dini longsor yang dipasang di kawasan itu, mereka selamat.</p>



<p>OLEH M FAJAR MARTA</p>



<p>Teuku Faisal Fathani (38) tak kalah bersyukur. Alat pemantau dan pendeteksi dini bencana longsor yang ia ciptakan bermanfaat bagi masyarakat. Sejak itu ia makin bersemangat mengembangkan alat pendeteksi longsor dan bencana lainnya.<br>Hingga kini, berbagai alat deteksi dini longsor telah ia ciptakan, dari generasi pertama yang sederhana dan dipantau manual, generasi kedua dengan pencatatan data digital, hingga generasi ketiga berupa real-time monitoring berbasis sistem telemetri. Alat-alat itu dia namakan Gadjah Mada-EarlyWarning System (GAMA-EWS).<br>“Saya berusaha menumbuhkan kepekaan dan empati, yang memotivasi diri untuk bekerja total guna mengurangi risiko bencana,” kata Lektor Kepala Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.<br>Tak sekadar berfungsi melindungi masyarakat dari bencana longsor, GAMA-EWS juga dirancang untuk memberdayakan warga setempat dalam memitigasi bencana alam. Oleh karena itulah GAMA-EWS bisa digolongkan sebagai sistem pemantauan dan peringatan dini bencana longsor berbasis masyarakat. Artinya, pengoperasian dan pemeliharaan alat dilakukan warga setempat.<br>Selain itu, dilakukan juga investigasi bersama warga, seperti pembentukan organisasi siaga bencana tingkat desa, pembuatan peta risiko longsor, penyusunan standar operasional evakuasi, dan pelatihan evakuasi.<br>“Konsep pemberdayaan masyarakat perlu dikedepankan. Prinsipnya, warga harus menyadari ancaman bencana di lingkungannya. Ini penting agar mereka mampu membangun kesiapsiagaan dan terwujud ketahanan masyarakat,” kata ahli geoteknik ini.</p>



<p>Tsunami Aceh</p>



<p>Pergulatan Faisal dalam mitigasi bencana longsor berawal saat ia melakukan survei bencana longsor yang terjadi di daerah perbukitan Menoreh, Kulon Progo, DI Yogyakarta, dan Banjarnegara, sekitar tahun 2000. Meski kejadian longsor telah menelan korban jiwa, faktanya banyak warga yang tetap tinggal di daerah rawan logsor tersebut.<br>“Ini mengusik hati saya, ternyata belum ada upaya mitigasi bencana longsor yang memadai untuk melindungi warga,” kata mahasiswa teladan bidang akademik peringkat I se-UGM tahun 1997 ini.<br>Faisal lalu menempuh program S-2 di UGM dan S-3 di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang. Ia mengambil topik riset tentang tanah longsor, terutama yang berkaitan dengan model matematika prediksi bencana longsor. Tekadnya berkiprah dalam mitigasi bencana semakin besar tatkala gempa dan tsunami dahsyat melanda tanah kelahirannya, Aceh.<br>“Ketika terjadi gempa dan tsunami di Aceh akhir tahun 2004, saya sedang studi S-3 di Jepang. Ini dilema yang berat bagi saya karena keluarga dan sanak saudara menjadi korban bencana tepat ketika saya sedang belajar tentang bencana. Kejadian ini mengubah pandangan hidup saya, memacu semangat dan motivasi untuk berkarya di bidang mitigasi bencana,” kata lulusan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara, Magelang, tahun 1993 ini.<br>Selain motivasi diri sendiri, Faisal juga mendapat dukungan koleganya untuk mengembangkan mitigasi bencana. Profesor Dwikorita Karnawati dari Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM yang mendorong dia dengan menyampaikan kekhawatiran tentang ketergantungan Indonesia pada alat-alat pemantau longsor dari luar negeri. Harga alatnya pun mahal. Lebih repot lagi jika alat tersebut rusak karena harus dikirim ke pabrik pembuatnya di luar negeri.<br>Koleganya di UGM berharap Fasial dapat mengembangkan alat pemantau dan peringatan dini bencana longsor yang inovatif, berbiaya murah, akurat, mudah dioperasikan dan dirawat, memanfaatkan sumber daya lokal, serta memiliki fungsi yang selevel dengan alat produk asing.<br>“Sepulang dari Jepang, sekitar tahun 2005 saya mulai merancang alat itu,” kata Ketua World Centre of Excellence (WCoE) on Landslide Risk Reduction ini.<br>Dari inovasi yang telah dia hasilkan, Faisal (sebagai inventor pertama) dan Dwikorita telah mendaftarkan lima paten alat deteksi dini longsor, yakni alat pemantau gerakan longsor manual dan otomatis, upperground dan underground extensometer, serta tiltmeter.<br>Extensometer, misalnya, berfungsi mendeteksi jarak keretakan atau kerenggangan tanah untuk menentukan potensi terjadinya longsor. Jika retakan tanah melebar 2-5 cm, alat akan mengirimkan sinyal sehingga sirene berbunyi hingga radius 500 meter. Ini sebagai peringatan dini agar warga segera melakukan evakuasi.<br>Extensometer juga mengukur akselerasi keretakan tanah. Jika akselerasinya mencapai level tertentu, sirene akan berbunyi. Potensi longsor juga dideteksi alat tiltmeter yang berfungsi mengukur kemiringan tanah.<br>Data pemantauan dikirimkan secara nirkabel ke server lapangan. Dengan mengaplikasikan sistem telemetri, data dapat dipantau secara online (real time).<br>Terbukti andal, sejak tahun 2007 lebih dari 100 unit alat deteksi dini longsor buatan Faisal telah dipasang di berbagai daerah rawan longsor. Pada 2012 sistem ini diaplikasikan di kawasan tambang United Mercury Group (UMG) Myanmar. Tahun ini aat itu juga akan diaplikasikan di delapan lokasi Pertamina Geothermal serta bendungan di Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.<br>Atas temuan itu, Faisal mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Karyanya telah ditetapkan sebagai salah satu penelitian strategis oleh International Programme on Landslides (IPL-UNESCO) sehingga dia menerima IPL Award of Success dari lembaga tersebut.<br>Dinilai telah banyak berkontribusi dalam kegiatan mitigasi bencana di kawasan Asia, Faisal juga mendapat Excellent Research Award dan Award of Appreciation dari International Symposium on Mitigation of Geo-Disasters di Kyoto-Matsue pada Oktober 2012.<br>Pada 8 Juli 2013, atas karya dan dedikasinya tersebut, Faisal juga ditetapkan sebagai Juara I Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2013 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>



<p>Dikutip dari KOMPAS, SELASA, 16 JULI 2013</p>



<p><strong>Siapa yang tidak bangga memiliki kawan seperti Dr. Faisal Fathani? Silakan baca ulasan di Posmetro berikut ini:</strong></p>



<p>BERKAT alat pengintai longsor Gama EWS ciptaannya, Teuku Faisal Fathani PhD dinobatkan sebagai dosen berprestasi tingkat nasional 2013. Karya dosen Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM itu terbukti telah menyelamatkan banyak warga dalam berbagai kasus bencana alam.<br>=====================<br>BAHANA, Jogja<br>————————————<br>Teuku Faisal Fathani tidak bisa menyembunyikan perasaan bangganya dikukuhkan sebagai dosen berprestasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Maklum, untuk meraih prestasi itu, dia harus bersaing dengan ribuan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pemilihan pendidik dan tenaga kependidikan perguruan tinggi berprestasi tingkat nasional itu dilaksanakan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, 5″8 Juli lalu.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><a href="https://tnsatu.files.wordpress.com/2013/09/teuku_faisal.jpg"><img decoding="async" src="https://tnsatu.files.wordpress.com/2013/09/teuku_faisal.jpg?w=560&amp;h=326" alt="Teuku_Faisal" class="wp-image-73"/></a></figure></div>



<p><br>Sebagai pengajar, Faisal dinilai telah menyumbangkan ilmunya secara nyata kepada masyarakat luas. Bahkan, karyanya tidak hanya berguna di dalam negeri. Beberapa negara telah memanfaatkan alat pengintai longsor Gama EWS tersebut untuk mengantisipasi bencana secara dini.<br>Gama EWS mampu menyelamatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor setelah memberikan peringatan sebelum terjadinya bencana. Cara kerja alat itu sederhana. Yakni, mendeteksi jarak keretakan tanah untuk menentukan potensi terjadinya longsor. Bila dalam kondisi bahaya, alat akan mengirimkan sinyal, sehingga sirene berbunyi sebagai bentuk peringatan dini. Ketika sirene berbunyi, masyarakat harus waspada dan melakukan evakuasi. Suara sirene terdengar hingga radius 500 meter.</p>



<p>“Karena itu, untuk pengoperasian alat dan perawatannya, kami selalu melibatkan masyarakat,” jelas Faisal kepada Jawa Pos Radar Jogja di Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (10/7).</p>



<p>Faisal mendapat lima hak paten dari inovasi pengembangan alat tersebut sejak dibuat pada 2003. Bahkan, sejak 2007, lebih dari 100 unit alat pendeteksi dini longsor itu dipasang di 12 provinsi di Indonesia, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), International Consortium on Landslides (ICL-UNESCO), pemerintah daerah, LSM, serta perusahaan pertambangan dan perminyakan.”</p>



<p>Di ruangan yang penuh sesak dengan karya-karya penelitian, Faisal menunjukkan alat karyanya, mulai generasi pertama hingga ketiga. Alat generasi pertama dibuat secara sederhana karena hasil deteksi pergeseran dan pergerakan tanah masih dicatat secara manual.<br>Berbeda dengan alat generasi kedua dan ketiga, data yang muncul langsung direkam dalam memori dan dikirim secara online via internet. Kendati begitu, kerja alat generasi pertama, kedua, dan ketiga pada prinsipnya hampir sama.”</p>



<p>Prestasi Gama EWS generasi pertama mendapat pengakuan dari dalam maupun luar negeri karena berhasil “menyelamatkan” warga di wilayah bencana. Kala itu, sekitar November 2007, alat yang awalnya bernama ekstensometer tersebut menyelamatkan 30 warga di Banjarnegara, Jawa Tengah.</p>



<p>Faisal menceritakan, di daerah rawan longsor tersebut, alat karyanya itu dipasang untuk memantau regangan tanah hingga maksimal 5 cm. Ketika hujan lebat turun dan retakan tanah melebar 5 cm, sirene secara otomatis berbunyi nyaring. Mendengar suara sirene tanda bahaya itu, warga cepat-cepat menyelamatkan diri sebelum longsor terjadi. Begitu warga meninggalkan rumah, tanah benar-benar longsor dan menimbun sebagian rumah mereka.</p>



<p>“Masyarakat merasa terselamatkan oleh alat tersebut. Karena itu, begitu alat ditemukan kembali dari timbunan tanah, mereka menyimpannya. Mereka menganggap alat tersebut telah menyelamatkan nyawa mereka,” tuturnya.</p>



<p>Penerapan sistem peringatan dini, terang Faisal, dilakukan selaras dengan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan bencana. Karena itu, sebelum alat tersebut dipasang di suatu lokasi, diperlukan kajian lintas sektoral yang melibatkan pakar pedesaan, geolog, dan psikolog.</p>



<p>“Yang dibangun konsesus, apakah masyarakat siap bekerja sama untuk penanganan longsor atau tidak. Jika masyarakat siap, alat ini akan dimodifikasi dan disiapkan,” terangnya.</p>



<p>Untuk menerapkan alat tersebut di daerah rawan longsor, diperlukan organisasi siap bencana di setiap desa. Karena itu, diperlukan orang-orang kunci untuk memberikan pemahaman kepada warga lain. Setidaknya, diperlukan lima hingga enam orang kunci.<br>Menurut Faisal, biasanya diperlukan waktu sebulan untuk mengaplikasikan alat di suatu wilayah. Sebab, tim harus mengobservasi lokasi lebih dulu selama seminggu. Selain itu, diperlukan waktu untuk memodifikasi ekstensometer sesuai dengan area yang rawan longsor.</p>



<p>Misalnya, yang diterapkan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tim harus berkomunikasi dengan bahasa Madura untuk meyakinkan warga bahwa alat tersebut sangat vital untuk mengidentifikasi bencana sejak dini. Pendekatan itu sangat penting karena terkait dengan perhatian dalam menjaga dan merawat alat.</p>



<p>Lain halnya dengan masyarakat di Karanganyar, Jawa Tengah, yang telah memahami pentingnya alat tersebut. Karena itu, mereka rela patungan Rp 1.000 per bulan sebagai biaya perawatan alat. Hasil patungan tersebut dibelikan aki kering untuk mengganti aki lama yang mati dalam tiga tahun.</p>



<p>Berkat “kecanggihan” alat itu, berbagai institusi dari negara lain memberikan apresiasi positif. Pada 2009, misalnya, karya unggulan tersebut ditetapkan sebagai salah satu penelitian strategis oleh International Program on Landslides (IPL-UNESCO) sebagai model Best Practice in Education for Sustainable Development with Respect to Disaster Risk Reduction Program.</p>



<p>Lalu, pada pembukaan 2nd World Landslide Forum di Roma, Italia, 3 Oktober 2011, Gama EWS terpilih sebagai peraih IPL Award for Success dari IPL-UNESCO. Begitu pula saat 10th International Symposium on Mitigation of Geo-Disasters di Kyoto-Matsue, Jepang, 8 Oktober 2012, Faisal menerima Excellent Research Award dan Award of Appreciation karena dinilai telah banyak berkontribusi dalam kegiatan mitigasi bencana alam di kawasan Asia.</p>



<p>Pada 2012, Gama EWS, antara lain, diaplikasikan di kawasan tambang di United Mercury Group (UMG), Myanmar, serta daerah rawan longsor di Vietnam.<br>“Tahun ini Gama EWS akan diaplikasikan di delapan lokasi geotermal Pertamina serta dua bendungan di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi,” jelas pria kelahiran Banda Aceh, 26 Mei 1975, tersebut.<br>“Dari alat deteksi longsor ini pula saya menginisiasi dan terlibat aktif dalam kegiatan manajemen risiko berbagai bencana yang meliputi tanah longsor, banjir, aliran lahar, letusan gunung api, gempa, dan kekeringan di berbagai daerah,” ungkapnya.</p>



<p><em>Sumber:  </em><a href="https://tnsatu.wordpress.com/2013/09/07/faisal-fathani-dosen-teladan-2013/"><em>https://tnsatu.wordpress.com/2013/09/07/faisal-fathani-dosen-teladan-2013/</em></a> </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tnsatu.org/2013/09/07/faisal-fathani-dosen-teladan-2013/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
